Berita Tapin

Faktor Ekonomi Penyebab Perkawinan Usia Dini di Tapin, Begini Solusinya Kata Bupati Arifin Arpan

Faktor penyebab terjadinya perkawinan anak usia dini di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, masalah ekonomi.

Faktor Ekonomi Penyebab Perkawinan Usia Dini di Tapin, Begini Solusinya Kata Bupati Arifin Arpan
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Bupati Tapin HM Arifin Arpan saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi Forum Anak Kabupaten dan seminar pencegahan perkawinan anak di Pendopo Balahendang, Rantau Kiwa, Tapin Utara, Rabu (13/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Faktor penyebab terjadinya perkawinan anak usia dini di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, masalah ekonomi.

Itu dikatakan Bupati Tapin HM Arifin Arpan saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi Forum Anak Kabupaten dan seminar pencegahan perkawinan anak di Pendopo Balahendang, Rantau Kiwa, Tapin Utara, Rabu (13/3/2019).

Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengaku mendengar langsung keterangan kendala ekonomi itu dari orangtua yang mengawinkan anaknya hingga harus batal mengikuti ujian nasional.

Menurut Arifin Arpan, tidak ada permasalahan yang tidak teratasi hanya karena biaya pendidikan anak tak mampu orangtua lantas menikahkan putrinya.

"Di Kabupaten Tapin ini banyak perusahaan swasta. Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten dapat mencarikan solusinya.

Baca: NEWSVIDEO : Deklarasi Gerakan Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Tapin

Baca: Pemkab HSS Beri Layanan Bus Antar Jemput Gratis Pasien Cuci Darah di Daha, Masyarakat Doakan Bupati

Kalau tidak mampu mengatasi masih ada bupati. Pendidikan anak bagaimanapun sangat penting. Anak harus berani menolak dan berkata masih ingin sekolah. Bukan perkawinan anak," katanya.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan meminta para siswa SMP dan SMA anggota Forum Anak Kabupaten Tapin untuk mendekati rekan sebaya menyampaikan pentingnya bersekolah dan bahayanya jika mau melaksanakan perkawinan anak.

Forum Anak Kabupaten bertanda tangan di baliho pernyataan deklarasi menolak perkawinan anak di Pendopo Balahendang  di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Rabu (13_3_2019)_wm
Forum Anak Kabupaten bertanda tangan di baliho pernyataan deklarasi menolak perkawinan anak di Pendopo Balahendang di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Rabu (13/3/2019)_wm (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Diakui HM Arifin Arpan tidak mudah menghentikan perkawinan usia anak. Tapi paling tidak ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Tapin untuk memberikan pemahaman agae anak memenuhi pendidikan.

"Bupati yang dipanggil kenapa mengawinkan anak. Jangan sampai kasus perkawinan anak yang viral kembali terjadi.

Kita semua elemen masyarakat harus mencegah tindakan orangtua mengawinkan anak. Harus ada pengawasan terhadap anak," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved