Berita Banjarmasin

Janji Warga Rantauandarat Usai Eksekusi Bangunan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin Ditunda

Janji Warga Rantauandarat Usai Eksekusi Bangunan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin Ditunda

Janji Warga Rantauandarat Usai Eksekusi Bangunan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin Ditunda
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Pasukan Satpol PP Kota Banjarmasin bubar pascaditundanya pembongkaran bangunan di Rantauandarat, Kamis (14/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Warga Rantauandarat Banjarmasin yang memiliki bangunan pada area pembebasan lahan di lokasi tersebut nampaknya bisa bernafas lega.

Pasalnya, Pemko Banjarmasin melalui Wakil Wali Kota Banjarmasin memberikan waktu pembongkaran untuk bangunan di tempat tersebut.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyebutkan kalau pembongkaran diundur hingga tanggal 21 April 2019. Jadwal itu didapat setelah melakukan kesepakatan dengan belasan warga yang terdampak pembebasan lahan.

Satu perwakilan warga terdampak, Jamaluddin mengatakan, waktu yang diberikan memang kehendak pihaknya. Ia pun menyatakan bersedia melakukan pembongkaran sendiri dari waktu yang diberikan tersebut.

Baca: Deadline Pemko Banjarmasin untuk Warga Rantauandarat, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ucapkan Ini

Baca: Petugas Satpol PP Kota Banjarmasin Diamuk Perempuan yang Tinggal di Kolong Jembatan Antasari

Sembari menunggu masa tenggang habis, warga terdampak mulai menawarkan bangunan kepada orang yang berminat untuk membeli. Jamaluddin mengatakan dalam waktu satu bulan lebih tujuh hari itu, pihaknya akan mencoba menjual bahan bangunan tersebut.

“Bangunan akan kami bersihkan sendiri dan akan kami manfaatkan,” ucap Jamaluddin, Kamis (14/3/2019).

Hasil negosiasi yang dilakukan Pemko Banjarmasin dengan warga ujarnya cukup membahagiakan. Pemko Banjarmasin dianggap tidak arogan, meski datang dengan rombongan Satpol PP Kota Banjarmasin.

Telepas dari itu, sebelumnya warga juga telah mengajukan gugatan terhadap Pemko Banjarmasin atas kasus ganti rugi dari bangunan itu. Bahkan meski  diberikan tenggang waktu, warga masih meneruskan banding, karena gugatan sebelumnya telah diputuskan kalau Pemko Banjarmasin lah yang kalah.

Baca: Kronologi Penangkapan Pencuri Dompet di HSU, Sempat Ada Teriakan & Lemparan Sendok Penjual Bakso

Sebagaimana diketahui, setiap bangunan di Rantauandarat yang terdampak pembebasan lahan sudah dianggarkan gantinya oleh Pemko Banjarmasin. Namun karena angka yang ditawarkan masih rendah, warga terdampak pun tidak mau menerima uang pergantian tersebut.

Sehingga Pemko Banjarmasin menitipkan uang itu ke pengadilan. Lantas, kasus berlanjut hingga adanya gugatan dan ajuan banding dari warga.

Meski begitu, Pemko Banjarmasin tetap melakukan pengosongan lahan di area tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved