Lokalisasi Pembatuan Dulu & Kini

Jalan Kenanga yang Penuh Kenangan Bagi Pria Hidung Belang, Ada yang Cantik & Cuma Berparas Pas-pasan

Suasana Jalan Kenanga Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru banyak menjadi kenangan bagi para hidung belang.

Jalan Kenanga yang Penuh Kenangan Bagi Pria Hidung Belang, Ada yang Cantik & Cuma Berparas Pas-pasan
Satpol PP Banjarbaru
Sejuta kenangan bagi pria hidung belang di ruangan bangunan di Jalan Kenanga ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Suasana Jalan Kenanga Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru banyak menjadi kenangan bagi para hidung belang.

Sudah menjadi rahasia umum, dulunya para lelaki yang datang kawasan ini akan mencari hiburan khusus dengan perempuan-perempuan yang menjajakan diri sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Banyak pilihan berbagai jenis dan model para PSK baik tua maupun muda. Paras cantik hingga tampang biasa. Semuanya ditentukan dengan nilai rupiah.

"Kalau ingin yang cantik, tentunya harus berani bayar lebih. Kalau yang biasa-biasa saja lebih murah," kata Kumbang, kemarin.

Baca: Dulu Bertabur Perempuan Seksi, Transaksi Pun Terbuka, Sekarang Jalan Kenanga Eks Pembatuan Sepi

Baca: Jadwal & Live Streaming Indosiar PSIS Semarang vs PSM Makassar Grup C Piala Presiden 2019

Baca: Hampir Satu Jam, Petugas KPK Tak Diperkenankan Masuk ke Rumah Ketua Umum PPP

Pria yang pernah ke kawasan eks lokalisasi sebelum resmi ditutup oleh Pemko Banjarbaru ini mengenang bahwa lokasi itu diakuinya memang ramai dengan para perempuan beragam jenis baik dari suku maupun parasnya.

Kantor Kecamatan Landasan Ulin yang megah.
Kantor Kecamatan Landasan Ulin yang megah. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

"Dulu memang seperti itu kondisinya. Banyak warung yang dijaga oleh perempuan yang juga merangkap PSK. Kalau sudah deal, bisa langsung eksekusi ditempat," kenangnya lagi.

Kalau sekarang gimana kondisinya, Kumbang yang juga mengaku sebagai warga Banjarbaru ini mengatakan kurang mengetahui persisnya.

"Tidak pernah lagi ke sana. Sudah banyak yang berubah sepertinya. Kalau dulu ke sana bisa ngopi dan ngobrol. Tidak harus belanja perempuan," celetuknya. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved