Pilpres 2019

Adu Paparan TKD dan BPD Kalsel, Mardani Sebut Kerja Nyata Jokowi, Rusian Bahas Manajemen Prabowo

Adu Paparan TKD Kalsel dan BPD Kalsel, Mardani Sebut Kerja Nyata Jokowi, Rusian Bahas Sistem Managemen Prabowo

Adu Paparan TKD dan BPD Kalsel, Mardani Sebut Kerja Nyata Jokowi, Rusian Bahas Manajemen Prabowo
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Perwakilan TKD Kalsel Jokowi Maruf, yakni Mardani H Maming memaparkan keunggulan Paslon Capres dan Cawapres 01 dihadapan BPD Kalsel, Prabowo-Sandi dan audiens pada acara forum diskusi banua di Hotel Rattan Inn, Rabu (20/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Talk Show Program Meja Bundar bertema Memilih Pemimpin Masa Depan nampaknya menjadi wadah dua kubu tim kemenangan paslon Capres dan Cawapres 01 dan 02 di Kalsel menyampaikan keunggulan Paslon, Rabu (20/3/2019).

Sejumlah pemaparan mengenai kenapa harus memilih Paslon 01 atau 02 disampaikan.

Tim Kampanye Daerah Kalsel, Jokowi-Maruf dan Badan Pemenangan Daerah Kalsel, Prabowo- Sandi memberikan informasi mengenai program unggulan Capres dan Cawapres dukungan masing-masing.

Tak hanya itu, keduanya juga saling membantah dan memberikan komentar akan program yang disampaikan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Babak 8 Besar Piala Presiden 2019, Dibuka Persija vs Kalteng Putra

Baca: Jadwal Perempatfinal Liga Champions di RCTI : Manchester United vs Barcelona, Liverpool vs Porto

Satu pemaparan yang disampaikan oleh TKD Kalsel, Jokowi Maruf yang diwakili oleh Mardani H Maming, ialah mengenai kerja nyata dari Jokowi. Dimana sebutnya pada masa kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, telah ada pembangunan bandara international. Selain itu akses jalan tol dari Banjarmasin ke Batulicin serta pelabuhan di Batulicin dan Kotabaru.

"Itu kenapa masyarakat harus memilih Jokowi, karena 2014 TKD di Kalsel kalah tidak lebih satu persen untuk Jokowi. Tapi Jokowi menang secara nasional. Kemudian survey saya meyakini di Kalsel, Jokowi juga masih kalah. Tapi apakah kita mau kalah di antara kemenangan orang," ucap Maming.

Pemaparan tersebut dibalas oleh perwakilan dari Badan Pemenangan Daerah Kalsel Prabowo-Sandi, yakni Rusian. Ia mengatakan alasan memilih Paslon 02 yakni sistem manajamen negara.

"Ketika satu negara, pemimpinnya tidak dapat menghasilkan income negaranya lebih daripada kebutuhan. Maka kami berkesimpulan bahwa mustahil raknyatnya bisa sejahtera," ucap Rusian membalas statmen dari TKD Kalsel, Jokowi-Maruf.

Kalimat tersebut ujar Rusian merupakan fakta dari pemimpin negara masa kini. Ia hendak memberitahu kepada masyarakat mengenai hal tersebut yang ucapnya bukan lagi bentuk sindiran. Melainkan kenyataan.

Sebutnya, saat ini Prabowo-Sandi memang menghadapi Paslon 01 yang merupakan petahana. Namun ia berharap masyarakat akan berfikir dan melihat siapa yang harus ramai-ramai dimenangkan. Satu di antaranya mengenai penilaian Cawapres 02, Sandiaga Uno yang sudah dua kali datang ke Kalsel.

Pasangan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maaruf Amin dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bakal mengikuti acara Debat yang digelar KPU RI.
Pasangan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maaruf Amin dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bakal mengikuti acara Debat yang digelar KPU RI. (Instagram @KPU_RI)

Adu argumen tersebut berlangsung hingga kurang lebih satu jam. Ya, masing-masing tim memberikan pemaparan mengenai Paslon yang mereka dukung.

Para peserta diskusi pun nampak memperhatikan setiap kalimat yang di keluarkan oleh perwakilan tim kemenangan Paslon. Tepuk tangan meriah juga terdengar ketika para tim kemenangan menyampaikan unggulan Paslon.

Acara diskusi yang digelar di Rattan In pada program Meja Bundar yang diadakan oleh satu channel televisi lokal tersebut juga diikuti oleh Bawaslu Kalsel serta perwakilan Kapolda Kalsel, yakni Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifai. Selain itu sejumlah perwakilan mahasiswa dan komunitas nampak dominan sebagai peserta.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved