Mengenal Keganasan Buaya Kalteng

Teror Buaya Ganas di Kalteng, Sang Predator Menyeberang Lalu Naik Dekati Permukiman Warga

belakangan makin sering terjadi terutama dari buaya muara atau buaya bekatak (crocodylus porosus) atau crocodile yang bisa menyeberang

Teror Buaya Ganas di Kalteng, Sang Predator Menyeberang Lalu Naik Dekati Permukiman Warga
BKSDA Kalteng
Seekor buaya muara Sungai Mentaya yang ditangkap warga, setelah menyerang warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Warga yang menghuni Kelurahan Hanaut Kecamatan Hanaut dan permukiman di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah hingga, Kamis (4/4/2019) masih merasa takut melakukan aktifitas di Sungai Mentaya.

Betapa tidak, ada ancaman atau teror yang membahayakan ketika warga melakukan aktifitas di pinggiran sungai, yang belakangan makin sering terjadi terutama dari buaya muara atau buaya bekatak (crocodylus porosus) atau crocodile yang bisa menyeberang sungai ke halaman permukiman warga.

Beberapa warga , mengatakan, kerap naik dari sungai hingga ke bantaran sungai dan berjemur di bagian belakang dapur rumah warga sehingga warga yang tinggal di bantaran sungai tidak berani malam hari ke bantaran sungai.

Baca: Teror Buaya Ganas di Sungai Mentaya Sampit, Kalteng, Pulau Hanaut Jadi Wadah Berjemur Sang Predator

Pulau Hanaut ini banyak dihuni buaya ganas Sungai Mentaya, disinilah buaya beranak pinak sejak dulu hingga sekarang.
Pulau Hanaut ini banyak dihuni buaya ganas Sungai Mentaya, disinilah buaya beranak pinak sejak dulu hingga sekarang. (Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Bukan hanya dibantaran Samuda saja di permukiman Desa Pulau Hanaut pun buaya sering berjemur di bantaran sungainya, sehingga jika tidak hati-hati bisa jadi sasaran serangan buaya ganas tersebut.

Baca: Mau Ubah Bentuk Wajah Kamu Tanpa Sayatan? Bedah Molekuler Mungkin Jadi Solusi

"Memang kadang ada buaya yang muncul dan berjemur di bantaran sungai desa kami, makanya saya selalu mengingatkan warga agar jangan beraktifitas di sungai, atau bantaran sungai, karena bahaya serangan buaya," ujar Ardiansyah warga Desa Hanaut.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved