Berita HSS

Dana Bosda Untuk Pendidik Non PNS Disalurkan Pemkab HSS, Penjaga Sekolahpun Kebagian

Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) kembali disalurkan ke tenaga pendidik dan kependidikan di tiga kecamatan di HSS.

Dana Bosda Untuk Pendidik Non PNS Disalurkan Pemkab HSS, Penjaga Sekolahpun Kebagian
Dinas Kominfo HSS
Para guru non PNS yang menghadiri menyerahan secara simbolis dana Bosda Pemkab HSS, yang diserahkan Bupati HSS untuk penerima di Kecamatan Simpur, Kalumpang dan Sungai Raya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) program pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui dana APBD kembali disalurkan ke tenaga pendidik dan kependidikan di tiga kecamatan, yaitu Simpur, Sungai Raya dan Kalumpang, Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya bantuan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan (tenaga operasional sekolah, kepustakaan dan penjaga sekolah) non PNS ini disalurkan di Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat.

Penyerahan dana Bosda langsung oleh Bupati HSS H Achmad Fikry secara simbolis kepada perwakilan para guru, di tiga kecamatan tersebut yang dihadiri pula Camat Simpur Abdul Karim, serta Pimpinan Bank Kalsel Cabang Kandangan Abdhy Andriawan.

Baca: Dua Kali Raffi Ahmad Singgung Tentang Poligami, Suami Nagita Slavina Sampai Ibaratkan Rafathar

Baca: NEWSVIDEO: Badan Pengawas Pemilu Tapin Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan Penertiban APK

Baca: Bupati Kapuas Resmikan Hasil Pembangunan di 10 Desa pada DAS Muroi Mangkutup

Kadisdik HSS Nordiansyah pada kesempatan itu melaporkan, total penerima dana Bosda se HSS, 1013 orang. Khusus wilayah Simpur, Sungai Raya, dan Kalumpang 211 orang, terdiri guru SD/SMP non PNS, 98 orang, tenaga operator 46 orang, tenaga kepustakaan 44 orang.

Bahkan untuk program Bosda ini, penjaga Sekolahpun diberikan, dimana di tiga kecamatan tersebut ada 23 orang penjaga sekolah.

Menurut Kadisdik, penyaluran dana Bosda bersifat non tunai melalui rekening di Bank Kalsel Cabang Kandangan. Adapun besaran nominalnya, untuk tenaga pendidik dan kependidikan Rp 600 ribu include dengan BOS reguler per bulan.

Sedangkan untuk penjaga sekolah, Rp 500 ribu, juga include dengan dana BOS regular. Sedangkan untuk Bosda kepada MTs dan MI swasta dananya melalui hibahj di badan Keuangan Daerah HSS, segera diproses setelah penyaluran untuk SD dan SMP.

Bupati HSS H Achmad Fikry menjaskan, program Bosda merupakan upaya Pemkab HSS untuk meningkatkan penghasilan tenaga pendidik dan kependidikan non PNS, yang selama ini tergantung BOS reguler.

"Meskipun tak seberapa nominalnya, inilah kemampuan daerah yang bisa kami realisasikan dengan harapan bisa memperlancar proses belajar mengajar di lingkup kerja masing-masing,"katanya.

Sebelumnya, Bosda juga disalurkan kepada guru dan tenaga kependidikan di Kecamatan Kandangan, dan Loksado.

Dijelaskan, semua dana yang diberikan melalui program pemerintah daerah, harus diserahkan secara non tunai melalui rekening, dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.

Baca: Hasil Persebaya vs Arema FC Final Piala Presiden 2019, Pantau Live Streaming Indosiar & Live Score!

Baca: Jokowi Bilang Pembuat Kebohongan  Tentang Dirinya Tidak Mikir

Hal tersebut, kata Fikry sudah sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Dia pun menyatakan, program Bosda merupakan janji politik yang wajib direalisasi.

"Kami sampaikan terimakasih kepada semua yang membantu pemerintah HSS di bidang pendidikan, Saya berharap, para guru dan tenaga kependidikan non PNS agar mempersiapkan diri jika suatu saat bisa mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), "imbaunya. (banjarmasinpost.co-id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved