Berita Kalteng

Pedagang Palangkaraya Keluhkan Harga Bawang ke Menteri, Begini Reaksi Tak Terduga Mendag 

Keluhan ini disampaikan pedagang disampaikan Saat Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Memantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

Pedagang Palangkaraya Keluhkan Harga Bawang ke Menteri, Begini Reaksi Tak Terduga Mendag 
faturahman
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, saat memantau harga sembako di Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Jelang tibanya Bulan Ramadan yang tinggal tiga minggu lagi harga sembako di Pasar Tradisional Palangkaraya, Kalimantan Tengah mulai mengalami kenaikkan, terutama harga bawang putih dan bawang merah sehingga dikeluhkan ibu rumah tangga dan pedagang.

Keluhan ini disampaikan pedagang disampaikan Saat Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Memantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Palangkaraya,

"Untuk membuat bumbu masak merah atau bumbu kareh dan bistik sera bumbu soto tentu diperlukan banyak menggunakan bahan bawang putih dan bawang merah, sejak sepekan ini harga bawang naik, kami sebagai penjual bumbu akhirnya yang kena, meski bawang naik kami tak naikkan harga takut bumbu dijual tak laku," ujar Rifai, salah satu penjual Bumbu Masak, Minggu (14/4/2019).

Baca: Masih Ada APK Terpasang di Masa Tenang, Bawaslu Sebut Dana Pelepasan dari Caleg Belum Dibayar 

Baca: Nasib Rosa Meldianti Saat Dewi Perssik dan Lebby Wilayati Banjir Tawaran Manggung di Pilpres 2019

Baca: Jaksa Sebut Pengawalan Ahmad Dhani Saat Bentrok Sesuai Kode Etik, Wawancara Bisa Minta Izin ke Rutan

Baca: Luna Maya Sebut Calon Suami Masa Depan Pada Chika Jessica, Bukan Ariel NOAH yang Ayu Dewi Inginkan

Beberapa penjual bumbu masakan di Pasar Besar Palangkaraya ini, mengeluhkan kenaikkan harga bawang putih langsung kepada Menteri Perdagangan (Mendag), saat melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional Palangkaraya dan berharap harga bawang putih bisa turun sehingga pedagang tidak merugi.

Kenaikkan harga bawang putih dan bawang merah sudah terjadi sepekan ini yakni untuk bawang putih yang awalnya seharga Rp40 ribu perkg,saat ini naik jadi Rp45 perkilogramnya, sedangkan untuk harga bawang merah awalnya Rp 25 ribu saat ini Rp38 ribu perkilogramnya, sehingga memukul pedagang bumbu masak dan pedagang makanan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan, dia memang sudah mendapatkan langsung data-data terkait harga sembako saat melakukan, pemantauan harga sembako di pasar tradisional Palangkaraya Kalteng.

"Ya, saya mendengar langsung keluhan pedagang meski tidak semua sembako yang naik hanya bawang putih dan bawang merah yang naik.Solusinya saya sudah peruntahkan kepada Importir keluarkan barang dalam gudang untuk memenuhi, kebutuhan warga, karena selama ini bawang putih memang masih impor dari luar negeti" ujarnya.

Satgas Pangan Pantau Harga Jelang Ramadan

MULAI terjadinya kenaikkan harga sembako terutama bawang putih dan bawang merah jelang Bulan Ramadan mendapat perhatian H Hamdani Anggota Komisi VI DPR-RI yang membidangi masalah Perdagangan saat melakukan pemantauan di Pasar Tradisional Palangkaraya.

Hamdani yang merupakan Anggota DPR-RI asal Kalteng ini, mengingatkan kepada para pedagang atau distributor sembako jangan melakukan penimbunan bahan makanan jelang Bulan Puasa juga mendekati Hari Raya Idulfitri mendatang, karena pihaknya akan melakukan pengawasan di lapangan.

Baca: Hadiri Perayaan Dharma Shanti Nyepi, ini Harapan Wakil Bupati Kapuas

Baca: Rencana Relokasi Perkantoran Banjar Mandeg, Kadis PUPR Bilang Begini

Menurut Hamdani yang berasal dari Kobar ini, dalam melakukan pengawasan tersebut pihaknya akan dibantu oleh Satgas Mafia Pangan, yang akan terus memantau harga penjualan bahan makanan pokok di pasar sehingga jangan ada pedagang yang menjual sembako dengan harga tidak wajar.

"Satgas Mafia Pangan juga akan memantau jika ada distributor yang nakal yang melakukan penimbunan barang jelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri mendatang. Saya mengimbau agar jangan melakukan penimbunan atau menaikkan harga sembako yang tak wajar," ujarnya. banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved