Berita Tanahlaut

Sumaryoto, Caleg Partai Nasdem Tanahlaut Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Kampanye PIleg 2019

Kabar duka dalam pesta demokrasi di Kabupaten Tanahlaut justru berhembus dari caleg yang berlaga dalam pileg DPRD Kabupaten Tanahlaut 2019 ini.

Sumaryoto, Caleg Partai Nasdem Tanahlaut Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Kampanye PIleg 2019
istimewa/edi purwanto
Sumaryoto, Caleg Nasdem Tanahlaut yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kabar duka dalam pesta demokrasi di Kabupaten Tanahlaut justru berhembus dari caleg yang berlaga dalam pileg DPRD Kabupaten Tanahlaut 2019 ini.

Adalah Sumaryoto caleg dari Partai Nasdem dapil empat Kecamatan Tambang Ulang dan Bati-Bati.

Sumaryoto yang sudah dua kali maju dalam pileg DPRD Kabupaten Tanahlaut pada 2014 lalu dan 2019 ini disebut berpotensi duduk di kursi DPRD Kabupaten Tanahlaut dalam pileg ini. Berbagai kabar menyebutnya meninggal jelang hasil suara selesai direkap, mulai dari karena sakit jantung hingga kelelahan.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Tanahlaut Edi Purwanto mengatakan meninggalnya Sumaryoto pada Selasa (23/4/2019) malam memang diduga karena kelelahan. Pasalnya selama ini Sumaryoto dianggap sehat dan tak memiliki keluhan penyakit serius.

"Kita menyimpulkan kelelahan karena tak ada juga catatan dokter karena penyakit tertentu," sebutnya.

Baca: Ditinggal Melaut, Rumah Anshari Pudin Terbakar dan Tinggal Puing di Aluh-aluh Besar

Pasalnya selama proses pencoblosan hingga hari-hari penghitungan suara setiap caleg juga turut mengawal perolehan suara.

"Akhir-akhir ini kegiatan para caleg intens sekali dalam mengawal perolehan suara sehingga kelelahan berpotensi besar pada para caleg," ujarnya.

Terkait kronologi meninggalnya Sumaryoto, Edi mengatakan saat itu Sumaryoto dalam perjalanan untuk check up rutin, namun di tengah perjalanan Sumaryoto mengeluhkan dada sesak dan meninggal.

Sementara terkait kabar yang menyebutkan Sumaryoto mendapatkan banyak suara sehingga berpotensi duduk di DPRD Kabupaten Tanahlaut Edi membenarkan. Diantara beberapa caleg DPRD Kabupaten Tanahlaut dari Partai Nasdem Sumaryoto mendapatkan suara terbanyak dengan selisih sekitar 100 suara dari caleg lain.

Hasil itu didapat dari Kecamatan Tambang Ulang, sedangkan suara dari Kecamatan Bati-Bati masih belum selesai direkap.
"Kami tidak bisa memastikan, tapi memang berpotensi karena selisihnya cukup banyak, dan ini masih menunggu hasil suara di Kecamatan Bati-Bati," tambahnya.

Dengan meninggalnya Sumaryoto yang mendapatkan suara terbanyak di Partai Nasdem, Edi mengatakan bisa saja yang berpotensi duduk di DPRD Kabupaten Tanahlaut nanti adalah caleg nomor dua yang mendapatkan suara terbanyak. Namun pihaknya juga akan mengikuti aturan yang berlaku.

Baca: KPU Kalsel : Data Aplikasi Situng Jangan Jadi Acuan Utama Menentukan Pemenang Pilpres 2019

"Sekarang situasinya kami masih berduka jadi belum bisa memutuskan juga, lagi pula penghitungan suara juga belum seratus persen sehingga tak bisa memutuskan sekarang," jelasnya.

Sementara ketua KPU Tanahlaut, Arif Mukhyar mengatakan memang sudah mendengar kabar caleg DPRD Kabupaten Tanahlaut Dapil 4 meninggal. Namun saat ini ujarnya semua surat suara belum selesai dihitung.

"Kalau dia memang paling banyak suaranya mungkin diserahkan ke partai akan diganti oleh peraih suara kedua terbanyak atau sesuai ketentuan dari partai nanti,"ujarnya.

Terpantau rumah Sumaryoto di Desa Sungai Jelai juga sedang berduka. Anak Sumaryoto yang menemui Banjarmasinpost.co.id mengatakan tak bisa memberi keterangan dan tak mau diwawancarai.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved