Berita Banjarmasin

KPU Kalsel : Data Aplikasi Situng Jangan Jadi Acuan Utama Menentukan Pemenang Pilpres 2019

Data ini banyak digunakan berbagai pihak termasuk media televisi nasional sebagai bahan diskusi perolehan suara sementara Pemilu 2019.

KPU Kalsel : Data Aplikasi Situng Jangan Jadi Acuan Utama Menentukan Pemenang Pilpres 2019
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Komisioner KPU Kalsel, Siswandi saat menunjukkan pergerakan data di Aplikasi Situng KPU di Kantor KPU Kalsel, Rabu (24/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain hasil quick count dari berbagai lembaga survei, data perhitungan suara dari aplikasi Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) banyak dijadikan sebagai acuan masyarakat memantau perolehan suara Pemilu 2019.

Data ini banyak digunakan berbagai pihak termasuk media televisi nasional sebagai bahan diskusi perolehan suara sementara Pemilu 2019.

Namun ternyata, data yang dirilis KPU melalui aplikasi Situng tidak disarankan dijadikan sebagai acuan pemenang Pemilu 2019 atau Pilpres 2019.

Komisioner Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Kalsel, Siswandi menjelaskan, tak hanya masih belum final, namun data yang ditampilkan di aplikasi Situng hanya merupakan cara KPU untuk menyajikan data secara cepat kepada masyarakat.

"Data di aplikasi Situng itu bukan dijadikan sebagai acuan pemenang Pemilu, tapi data riil di rekapitulasi di setiap tingkat secara manual itulah yang bisa dijadikan acuan," kata Siswandi.

Baca: Aktivis Cinta Demokrasi dan Emak-emak Datangi KPU Kalsel Tuntut KPU Berlaku Jujur, Adil dan Amanah

Baca: Bupati HSS Ikut Deklarasi Indonesia Damai Pasca-Pemilu 2019 Bersama Forkopind dan KPU

Baca: Keliru Masukkan Data C1 Capres Nomor Urut 01 dari 59 Jadi 259, KPU Tanahlaut Koreksi ke KPU RI

Proses input data ke server aplikasi Situng juga diakui Siswandi bukan tanpa masalah. Dimana cukup sering terjadi gangguan karena begitu sibuknya server menerima data secara hampir bersamaan dari ribuan bahkan belasan ribu operator pengunggah data.

Karena itu, Ia menghimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada data tersebut dan lebih mengacu pada proses rekapitulasi manual yang saat ini berada pada tahapan rekapitulasi di tingkat Kecamatan di seluruh Indonesia.

Jadwal rekapitulasi dilakukan berjenjang dimana pada 18 April - 4 Mei dilaksanakan rekapitulasi di tingkat Kecamatan, 20 April - 7 Mei di tingkat Kabupaten/Kota, 22 April - 12 Mei tingkat Provinsi dan 25 April - 22 Mei di KPU RI. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved