Penjelasan Medis Bagaimana Reaksi Tubuh Saat Mulai Berpuasa

Dan bagaimana cara aman untuk berpuasa? Entah kita sedang berpuasa atau tidak, tubuh manusia selalu membutuhkan energi.

Editor: Eka Dinayanti
instagram eidparty.co.uk
Menu Buka Puasa Ramadhan 1440 H 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari ini semua umat muslim mulai menjalankan ibadah puasa.

Tak sedikit yang mengunakan kesempatan ini untuk menurunkan berat badan.

Banyak penelitian telah membuktikan manfaat dan efek samping dari berpuasa.

Riset pun mengklaim puasa turut mempengaruhi penurunan berat badan.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kita berpuasa?

Dan bagaimana cara aman untuk berpuasa? Entah kita sedang berpuasa atau tidak, tubuh manusia selalu membutuhkan energi.

Sumber energi utamanya adalah gula yang disebut glukosa, yang biasanya berasal dari karbohidrat, termasuk biji-bijian, produk susu, buah, sayur, kacang-kacangan dan bahkan permen.

Glukosa disimpan di hati dan otot, yang kemudian dilepaskan ke aliran darah saat tubuh membutuhkannya.

Namun, selama puasa, proses ini berubah.

Setelah sekitar 8 jam puasa, hati akan menggunakan cadangan glukosa terakhirnya.

Pada titik ini, tubuh memasuki keadaan yang disebut glukoneogenesis, yang menandai transisi tubuh ke mode puasa.

Penelitian telah menunjukkan glukoneogenesis dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh.

Tanpa karbohidrat yang masuk, tubuh menciptakan glukosa sendiri, terutama menggunakan lemak.

Baca: Mulan Jameela Kena Tipu dan Jualan Cilok Diungkap Keluarga Istri Ahmad Dhani dalam Kisah Masa Lalu

Baca: Bolehkah Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Idap Kanker Darah Puasa di Ramadhan 1440 H? Ini Penjelasannya

Baca: Penolakan Raffi Ahmad Makan Masakan Bikinan Nagita Slavina Saat Sahur Ramadhan 1440 H, Kenapa?

Baca: Kemesraan Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh Saat Sahur Bareng, Teman Ivan Gunawan di Ramadhan 1440 H

Setelah itu, tubuh juga kehabisan sumber energi yang semakin meningkatkan rasa lapar.

Pada titik ini, metabolisme seseorang melambat dan tubuh mulai membakar jaringan otot untuk energi.

Meskipun ini adalah istilah yang terkenal dalam budaya diet, mode kelaparan seperti ini hanya terjadi setelah beberapa hari berturut-turut atau bahkan berminggu-minggu tanpa makanan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved