Tapin Miliki Terapi Alam Dekat Danau Buatan
Pemkab Tapin membangun terapi syaraf di alam, yaitu susunan batu-batu kerikil diampar di trotoar danau buatan di Kompleks Rantau Baru.
Penulis: | Editor: Syamsudin
Luas terapi syaraf di alam itu yakni sekitar 50 meter dan lebar 2 meter. Batu-batu kerikilnya berwarna putih.
Warga mengacungkan jempol atas ide cemerlang tersebut. Apalagi lokasi terapi syaraf di alam itu berada di Rantau Baru yang merupakan tempat bersantai warga Tapin.
Menurut Kadis Tata Kota Pemkab Tapin H Rajuddin, pihaknya sengaja membangun sarana terapi syaraf di alam tersebut, sebab ke depannya kompleks Rantau Baru menjadi daerah rindang dari pepohonan dan sudah tentu akan menjadi ajang sarana berolahraga warga Rantau.
Bagusnya lagi terapi syaraf di alam itu dibangun di sisi danau buatan, sehingga sangat menarik.
Salah warga warga Rantau mencoba terapi syaraf di alam itu, Aan. Dia melepas alas kakinya, lalu berjalan di atas batu-batu kerikil tersebut.
"Enak, badan terasa segar. Tiap hari terapi di sini, hancur kolesterol dalam tubuh," katanya disambut tawa para rekannya.
Menurut Aan sarana itu sangat bagus sebagai terapi rematik, dan penyakit yang terkait dengan sumbatan peredaran darah. Sebab kaki manusia adalah pusat syaraf.