Bencana Mengintai pada 2013
Perlu Dukungan Semua Pihak
Pernyataan BNPB tentang ancaman bencana pada 2013 membuat masyarakat resah, khususnya di wilayah sepanjang jalur subduksi pertemuan lempeng tektonik yang berpotensi rawan terhadap gempa dan tsunami.
Mahasiswa PGSD Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Pernyataan BNPB tentang ancaman bencana pada 2013 membuat masyarakat resah, khususnya di wilayah sepanjang jalur subduksi pertemuan lempeng tektonik yang berpotensi rawan terhadap gempa dan tsunami.
Pernyataan ini dikeluarkan tidak lain adalah agar masyarakat lebih waspada dan tanggap terhadap bencana yang kemungkinan akan terjadi.
Selain perkiraan gempa dan tsunami bencana lainnya pun diperkirakan BNPB akan melanda di sejumlah wilayah di Indonesia yaitu banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan angin puting beliung.
Berbagai macam usaha pun telah dilakukan pemerintah dalam penanggulangan atau antisipasi bencana ini, mulai yang membutuhkan anggaran sedikit misalnya pengerukan sungai atau pembuatan drainase untuk pencegahan banjir hingga anggaran sangat besar seperti program pelaksanaan Masterplan Tsunami mulai awal 2013 dengan dana trilliunan rupiah.
Namun upaya tersebut hanyalah sebuah usaha kecil dari pemerintah yang mungkin tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kita yang menjaga lingkungan. Perubahan ada pada tangan sendiri, pemerintah hanya menanggulangi yang sudah terjadi sedangkan kita adalah pembawa perubahan terhadap bencana tersebut.
Alam tidak akan berontak jika tidak terusik tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, banyaknya faktor yang merusak alam seperti pertambangan, penebangan liar, pengeboman ikan membuat keseimbangan alam menjadi hilang dan itu adalah yang menjadi pemicu bencana.
Mulai sekarang rubah kebiasaan buruk, perhatikan keseimbangan alam dan mulailah dari langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya untuk perubahan besar. (*)