‘Si Jengger Ayam’ yang Mematikan

Seorang pemuda tampan dengan dandanan rapi datang ke praktik dokter senior. “Dok, kemaluan saya kok tumbuh seperti kutil semakin lama semakin banyak ya? “ demikian keluhnya.

Editor: M Fadli Setia Rahman
Oleh: dr Stefani Nurhadi
RSUD Ulin Banjarmasin

Seorang pemuda tampan dengan dandanan rapi datang ke praktik dokter senior. “Dok, kemaluan saya kok tumbuh seperti kutil semakin lama semakin banyak ya? “ demikian keluhnya.

“Oh anda yang bulan lalu datang dengan kencing bernanah itu ya?” tanya si Dokter.

“He he iya Dok, kalau yang itu sudah sembuh” jawabnya sambil senyum disimpul. Dokter hanya bisa geleng-geleng kepala tanda prihatin sambil berpikir “kapan kapokmu?”

Akhir-akhir ini di negara kita yang menganut kebudayaan timurpun sudah tidak tabu lagi dengan yang namanya sex bebas. Seperti kasus di atas, bukannya si dokter senang karena pemuda itu menjadi ‘langganan’ tetapnya, melainkan prihatin dengan moral manusia yang semakin merosot.

Mungkinkah mereka tidak tahu konsekuensinya atau tahu tapi tidak kuat menahan godaan? Harus disadari bahwa kenikmatan sesaat yang diteguk dapat membawa konsekuensi panjang, bahkan hingga membawa kematian. Infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS adalah konsekuensinya.

IMS adalah infeksi yang salah satu penularannya melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan seks yang dimaksud termasuk hubungan seks lewat vagina, anus maupun mulut. IMS tidak selalu bergejala pada kelamin saja namun juga ke seluruh tubuh.

Akibat IMS dapat menyebabkan kemandulan maupun kematian bagi pria dan perempuan. Kehamilan di luar kandungan, pada perempuan hamil dapat menyebabkan bayi lahir sebelum waktunya, lahir dengan berat badan kurang, atau tertular IMS. Tidak semua IMS dapat diobati. Dengan mengetahui bahaya IMS kita akan berpikir panjang sebelum melakukan tindakan beresiko tersebut. IMS yang tidak dapat diobati tersebut antara lain kutil kelamin (jengger ayam), herpes simpleks, hepatitis B dan C, dan HIV-AIDS.

IMS pertama yang akan kita bahas adalah kutil kelamin atau jengger ayam. IMS jenis ini disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Penyakit ini berbentuk seperti ‘daging’ tumbuh pada daerah genitalia (penis dan vagina). Orang dapat terinfeksi HPV namun tidak bergejala dan tetap dapat menularkan virusnya.

Penyakit ini dapat meningkatkan resiko seorang perempuan terkena kanker leher rahim maupun seorang pria terkena kanker penis. Sekali terinfeksi virus ini, virus akan tinggal dalam tubuh orang tersebut seumur hidup.

IMS selanjutnya adalah herpes genitalis. Berupa luka kecil-kecil berkelompok di atas dasar kulit yang kemerahan dan nyeri pada alat kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Herpes merupakan penyakit yang kambuh-kambuhan. Hal ini disebabkan karena HSV yang masuk melalui kulit dapat bersembunyi di saraf tulang belakang. HSV dapat keluar dari persembunyiannya menuju ke kulit dan menimbulkan gejala saat ada pemicunya.

Pemicu antara lain saat penderita stres emosional maupun fisik, daya tahan tubuh menurun, kurang tidur, dan kelelahan. Sekali terkena virus ini, virus akan tinggal didalam tubuh seumur hidup. Obat antivirus berguna untuk memperpendek masa sakit dan memperjarang kumat. Pada bentuk yang parah namun jarang, virus dapat menginfeksi otak.

Radang hati akibat virus hepatitis B dan C merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kontak dengan cairan tubuh penderita dapat menularkan penyakit ini seperti tranfusi darah, pemakaian jarum suntik bekas, tindik dan tato dengan alat tidak steril, cuci darah, dan kelahiran bayi.     

Gejalanya berupa lelah, penderita tampak kuning, mual, muntah, urin seperti teh dan feses berwarna pucat. Satu dari lima penderita akan sembuh, dan sisanya menjadi kronis (menahun). Pada penderita kronis dapat tampak sehatwalaupun dalam tubuhnya mengandung virus sehingga dapat menularkan ke orang lain.

Pada sebagian penderita kronis dalam beberapa tahun bisa menjadi sirosis hati (jaringan parut pada hati) yang akan menimbulkan kegagalan fungsi hati, padahal hati diperlukan untuk menetralisir racun dalam tubuh. Juga penyakit ini meningkatkan resiko terkena kanker hati.

HIV/AIDS menjadi IMS paling populer akhir-akhir ini. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV ini menyerang kekebalan tubuh penderitanya sehingga ia mudah terkena berbagai infeksi hingga kanker. HIV terdapat pada darah, cairan sperma (air mani), cairan vagina, dan ASI (air susu ibu) dari ibu yang tertular HIV.     

Luka pada kelamin akibat IMS mempermudah penularan HIV karena adanya cairan tubuh atau darah pada luka akibat IMS.Tidak ada tanda khas pada orang dengan HIV. Orang yang tertular HIV pada awalnya tampak sehat (tetap dapat menularkan HIV-nya) namun dalam waktu 5 hingga 20 tahun daya tahan tubuh akan semakin lemah hingga menjadi AIDS (acquired immune defficiency syndrome).

Dalam tahap AIDS penderita mudah sakit-sakitan karena tubuhnya tidak sanggup melawan infeksi yang menyerang tubuhnya. Kuman dan jamur yang pada orang sehat tidak menyebabkan penyakit, pada orang dengan AIDS dapat membuat penderita menjadi sakit. Umumnya penderita meninggal akibat infeksi yang dideritanya. Obat yang diberikan sampai saat ini hanya dapat menghambat perkembangan virus atau meningkatkan daya tahan tubuh. Ke depan diharapkan dapat ditemukan obat baru yang dapat membunuh virus HIV.

IMS dan HIV/AIDS tak dapat dicegah dengan minum obat sesudah dan sebelum berhubungan seks dan mencuci alat kelamin sesudah berhubungan seks. Memilih pasangan seks dari penampilan luar juga tidak bisa membedakan apakah mereka mengidap IMS atau tidak, karena siapa saja dapat terkena IMS dan tampak sehat sebelum muncul gejala.

Demikian mengerikannya akibat dari hubungan seks bebas sehingga tak salah jika IMS disebut sebagai “Penyakit Hukuman Tuhan”. Dengan mengenal akibat buruk dari beberapa PMS di atas hendaknya kita dapat berpikir lebih bijaksana untuk saling setia kepada pasangan dan tidak melakukan hubungan intim diluar pernikahan. (*)

stefani_nurhadi@hotmail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved