Perguruan Tinggi Negeri Lebih Mahal

Semestinya Lebih Murah

UJIAN nasional sudah berakhir. Kelulusan pun telah diumumkan. Sekarang masanya siswa beramai-ramai memasuki

Editor: Dheny Irwan Saputra
Oleh: Nurdiana, SPd
Pengajar Bahasa Indonesia di SMK Islami Al-Fattah

UJIAN nasional sudah berakhir. Kelulusan pun telah diumumkan. Sekarang masanya siswa beramai-ramai memasuki perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri. Tak dapat dipungkiri, animo masyarakat untuk masuk perguruan tinggi negeri lebih tinggi ketimbang ke perguruan swasta.

Masalah biaya dan kualitas sarana dan prasarana menjadi pertimbangan utama. Fenomena ini membuat pihak perguruan tinggi lebih selektif dalam menerima calon mahasiswa baru karena kursi dan ruang perkuliahan yang disediakan terbatas.

Salah satu cara perguruan tinggi negeri menyeleksi calon mahasiswa, selain dengan tes akademik dan tes lainnya, adalah dengan menaikkan biaya masuk perguruan tingg negeri.

Disengaja atau tidak, kebijakan mengenai kenaikan biaya tersebut, masuk dalam pertimbangan orang tua ketika ingin memasukkan anak mereka ke suatu perguruan tinggi dan itu lumayan efektif untuk menyeleksi calon mahasiswa baru. Walaupun sebenarnya, besarnya biaya masuk tersebut hanya dirasakan ketika awal masuk saja.

Akan tetapi, alangkah baiknya jika biaya kuliah di perguruan tinggi negeri tidak sampai melebihi biaya kuliah di perguruan tinggi swasta agar siswa yang perekonomian orang tuanya berada di kelas menengah ke bawah bisa turut serta menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri tersebut. Bukankah pendidikan tidak hanya untuk orang kaya? (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved