Minta Banyu

Hati orang itu pun lega, besar harapan problema yang dihadapi dapat terselesaikan.

Editor: Dheny Irwan Saputra

Oleh: KH Husin Naparin

DALAM menghadapi problema kehidupan, sebagian masyarakat mengunjungi “orang alim” (ulama) membawa sebotol air, ia berkata: “minta banyu guru.” Sang guru sudah paham, lantas membaca apakah itu doa, ayat Alquran atau bacaan lainnya yang ditiupkan ke air itu.

Hati orang itu pun lega, besar harapan problema yang dihadapi dapat terselesaikan. Problema yang dihadapi bisa jadi berupa penyakit fisik, seperti panas badan atau penyakit kronis lainnya yang diobati ke berbagai dokter, namun tak kunjung sembuh; atau berupa persoalan kejiwaan. Air itu diminum atau dimandikan.

Sebagian masyarakat yang lain menaruh air pada upacara tertentu, seperti pembacaan surah Yasin atau maulid dengan tujuan yang sama. Wallahu’alam, apakah berhasil atau tidak, tidak ditemukan adanya penelitian tentang hal ini; yang jelas mereka merasa tenang.

Makin tinggi kharisma dan keilmuan sang guru yang didatangi, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan akan tercapainya keinginan dimaksud. Apakah air yang telah dibacakan doa tersebut, memiliki khasiat tertentu dalam menghadapi problema kehidupan?

Marilah kita baca hasil penelitian Dr Masaru Emoto dalam bukunya The Hidden Message in Water. Ia melakukan percobaan dengan membacakan satu kata atau memberi perlakuan terhadap sebotol air murni. Air tersebut diambil beberapa tetes dengan pipet dan ditaruh pada piring petri untuk wadah penelitian.

Kemudian air dimasukan ke dalam alat pendingin dengan suhu sampai -250C. Setelah air berubah menjadi es, air kristal diteliti di bawah mikroskop pada suhu ruangan 50C. Dalam proses melelehnya air es karena suhu ruangan, dilakukan pemotretan. Pada saat kepingan es meleleh, kristal air dapat dilihat, yang  hasilnya:

1. Kata arigato (terima kasih), terbentuk kristal segi enam yang indah.
2. Kata “setan”, kristal berbentuk buruk.
3. Diputarkan simponi Mozart, kristal muncul berbentuk bunga.
4. Diperdengarkan musik heavy metal, kristal hancur.
5. Lima ratus orang berkonsentrasi memusatkan pesan peace, kristal air mengembang bercabang-cabang dengan indahnya.
6. Dibacakan doa Islam, terbentuk kristal bersegi enam (heksagonal) dengan lima cabang daun muncul berkilauan.

Masaru Emoto berkesimpulan, bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin  kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. (lihat: Egha Zainur Ramadhani dalam bukunya SUPER HEALTH, Gaya Hidup Sehat Rasulullah, hal. 24-25).

Diriwayatkan, setelah Rasulullah SAW menikahkan putrinya Fatimah Az-Zahra ra dengan Ali bin Abi Thalib ra., beliau mengunjungi kediaman sang pengantin usai salat Isya. Beliau minta disiapkan satu tempayan air. Beliau membacakan beberapa ayat Alquran ke air tersebut. Selanjutnya kedua mempelai disuruh meminum sebagian, sisanya digunakan untuk berwudhu.

Beliau juga memercikkan sebagian air tadi ke ubun-ubun kedua mempelai. Sesudah itu beliau meninggalkan keduanya seraya berdoa: Allahuma barik fihima, wabaraka alaihima, wabaraka lahuma fi naslihima. Artinya: “Ya Allah anugerahilah berkah untuk keduanya, berkatilah keduanya dan berkatilah keduanya dengan keturunan” (lihat: Ibnu Sa’ad, Ath-Thabaqat al-Kubra, jilid 8 hal 24 & Bintusy-Syathi’, Tarajim Sayyidah Bintin-Nubuwwah, hal 467).

Allah SWT berfirman: … waja’alna minal-maa-i kulla sya’in hayy… artinya “…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…” (QS Al-Anbiyaa’ 30).

Kita perlu berkah. Jika demikian, ucapkanlah basmalah ketika Anda mulai minum, minuman yang dibacakan asma Allah SWT berbeda dengan minuman lainnya tanpa asma Allah SWT. (*)

Tags
Fikrah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved