Tajuk
Jangan Cuma Apresiasi
Sudah seharusnya pula asosiasi dan federasi olahraga yang bersangkutan lebih memperhatikan para atlet, sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah
BANJARMASINPOST.CO.ID - PERAIH dua emas dan dua perak Sea Games XXXIII Thailand 2025 dari atlet dayung Kalsel, Nadia Hafiza berkeluh kesah ketika kembali ke Banua.
Pedayung kelahiran 17 Agustus 25 tahun lalu itu, sukses menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia dari nomor 200 meter dan 500 meter 22 crew mix.
Nadia juga meraih dua medali perak dari nomor 200 meter dan 500 meter 12 crew putri pada Sea Games XXXIII Thailand 2025.
Namun Nadia dirundung kecewa karena kepulangannya ke Kalsel tidak disambut seperti atlet-atlet dari provinsi lain. Padahal sebagai duta olahraga dan meraih prestasi, Nadia menganggap sambutan yang membuatnya bangga sekaligus menunjukkan ada perhatian dari Pemerintah Daerah.
Alih-alih disambut, Nadia katanya pulang tanpa mendapat apresiasi sedikit pun dari Pemerintah Daerah.
Bukan kali pertama Nadia merasakan hal ini. Ketika mewakili Indonesia di Asian Games Hangzhou 2023, dia pun berhasil meraih tiga medali perak di nomor dragon boat. Namun pemerintah daerah juga tak bereaksi. Tak ada penyambutan dan tanpa apresiasi.
Selain Nadia, ada Dina Aulia yang merebut emas lari gawang 100 meter putri, Lucky Chandra Kurniawan emas tenis lapangan beregu putra, Yasmin Figlia Achdiat emas menembak beregu, Gebby Adi Wibawa Putra dua perunggu dari men’s english billiard team dan men’s six red team serta Abdul Hamid perak dayung kayak double 200 meter putra dan Abdul Kamal Hasibuan perunggu e-sport free fire beregu putra.
Kini, bola panas itu terus menggelinding. Atlet yang meraih prestasi di tingkat internasional, minta perhatian pemerintah daerah. Meski mengharumkan nama Banua, penghargaan dari pemerintah daerah belum berwujud.
Keluhan Nadia bisa jadi mewakili para atlet berprestasi lainnya yang selama ini tak mendapat perhatian pemerintah daerah. Tuntuntan itu sebenarnya terasa manusiawi. Apalagi mereka sudah menjalankan misi dan berjuang meraih prestasi terbaik di tingkat nasional serta internasional yang membawa harum nama Banua.
Sudah seharusnya pula asosiasi dan federasi olahraga yang bersangkutan lebih memperhatikan para atlet, sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. Keluh kesah atlet ini misalnya, harus disampaikan dan ditindaklanjuti.
Bukan hanya apresiasi dan perhatian, pemerintah dan pengurus cabang olahraga juga dituntut untuk menyejahterakan atlet hingga ke jenjang yang lebih baik dan mandiri. Semoga kekecewaan atlet Banua ini memberi pelajaran penting bagi pengurus cabang olahraga, asosiasi atau federasi olahraga yang bersangkutan. Terlebih Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang mengayomi seluruh cabang olahraga. Semoga, prestasi atlet Banua terus berkembang dan meningkat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/BERPOSE-Atlet-dayung-Kalimantan-Selatan-Nadia-Hafiza-peraih-empat-medali-Sea-Games-Thailand.jpg)