Nisfu Syaban

DR Ahmad Asy-Syarbashi, seorang guru besar Al-Azhar University, Kairo, Mesir, dalam bukunya

Editor: Dheny Irwan Saputra

Oleh: KH Husin Naparin

DR Ahmad Asy-Syarbashi, seorang guru besar Al-Azhar University, Kairo, Mesir, dalam bukunya Yas’alunaka fi ad-Din wa al-Hayat, jilid, II hal.346 dst. mengakui bahwa malam nisfu Sya’ban mempunyai keistimewaan tersendiri.

Rasulullah SAW bersabda : Innallaha layaththali’u lailatan-nisfi min sya’bana, fayagfiru lijami’i-khalqihi illa limusyrikin au musyahinin, artinya: “Sesungguhnya Allah SWT muncul pada malam nisfu Sya’ban, Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik (mensekutukan Allah SWT) dan mereka yang berseteru” (HR Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, jilid II, hal.399).

Maksudnya Allah SWT memberikan karunia-Nya kepada semua makhluk-Nya, mengampuni mereka jika mereka bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya. Adapun orang-orang musyrik dan mereka yang berhati busuk dengan kedengkian dan permusuhan, keduanya tidaklah mendapat ampunan Allah SWT selama mereka dalam kesyirikan dan kebencian.

Apa yang harus dilakukan umat Islam pada malam itu?

Rasulullah SAW, beliau bersabda : Idza kana lailatun nisfi min sya’bana faqumu lailaha washumu naharaha. Artinya : “Apabila malam nisfu Sya’ban (tiba) dirikanlah salat malamnya dan puasalah di siang harinya” (HR Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, jilid II, hal.400).

Menurut Asy-Syarbashi, menyemarakkan malam nisfu Sya’ban adalah dengan membaca Alquran, berzikir, istigfar, tahajjud dengan salat-salat sunat sesuai kemampuan, minimal salat Magrib dan Isya berjamaah dilengkapi dengan salat sunat keduanya (qabliyah dan ba’diyah), dan beristigfar semampunya.

Beliau mengeritik mereka yang beribadah ke masjid hanya di malam nisfu Sya’ban, selebihnya sepanjang tahun hidup dalam kelalaian dan bergelimang dalam kesia-siaan dengan anggapan dosa telah diampunkan dengan bernisfu Say’ban.

Asy-Syarbashi mengakui bahwa Rasulullah SAW meningkatkan ibadah di bulan Sya’ban, antara lain memperbanyak puasa melebihi bulan-bulan lainnya selain Ramadan, karena di bulan Sya’ban diangkat amal ke langit, sehingga Rasulullah SAW mengatakan : “Aku ingin diangkat amalku ke langit dalam keadaan berpuasa” (HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah).

Seyogyanya, puasa bukan hanya pada nisfu Sya’ban. Rasulullah SAW memperpanjang sujud dalam salat di malam nisfu Sya’ban, sehingga Aisyah ra yang berkali-kali terbangun dari tidurnya menyaksikan baginda Rasulullah SAW selalu dalam keadaan sujud; ia mengira Rasulullah SAW sudah wafat. Namun hatinya lega, ketika telapak kaki Rasulullah SAW disentuhnya ternyata masih bergerak. Aisyah ra mendengar munajat baginda Rasul dalam sujudnya :

“A’udzu bi ‘afwika min iqabika, wa a’udzu bi ridhaka min sakhathika, wa a’udzu bika minka, la ukshi tsana’an ‘alaika, anta kama atsnaika ‘ala nafsika.” Artinya : “Aku berlindung dengan kemaafan-Mu dari siksa-Mu, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, aku berlindung dengan Engkau dari-Mu, aku memuji Engkau dengan pujian tak terhitung sesuai Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Asy-Syarbashi mengutip riwayat dari Anas ra bahwa bila bulan Sya’ban tiba, umat Islam menekuni mushaf Alquran dan membacanya sebagai persiapan menyambut Ramadan, bulanturunnya Alquran, sehingga di bulan itu nantinya dapat membaca Alquran lebih tekun lagi; dan mereka mengeluarkan zakat untuk menolong para fakir miskin agar dapat melaksanakan puasa Ramadan dengan purna.

Asy-Syarbashi mengingatkan adanya amalan di malam nisfu Sya’ban yang tidak berdasarkan sumber yang benar, seperti salat enam raka’at, setiap dua raka’at sekali salam, pada setiap raka’at dibaca Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas enam kali; sama halnya dengan salat Al-Alfiyah, yaitu salat seratus raka’at pada setiap raka’at dibaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sepuluh kali; sehingga Imam Al-Jazari mengatakan tidak sah; dan Imam Nawawi di dalam Al-Majmu’ mengatakan bid’ah yang harus dijauhi. Asy-Syarbashi menambahkan pula, membaca surah Yasin diperintahkan dan membacanya sangat dipujikan, tetapi bukan hanya pada malam nisfu Sya’ban. Wallahu A’lam (*)

Tags
Fikrah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved