Bulan Ramadan

BEBERAPA hari lagi kita menyambut Ramadan, satu-satunya bulan yang disebutkan dalam Alquran.

Editor: Dheny Irwan Saputra

Oleh: KH Husin Naparin

BEBERAPA hari lagi kita menyambut Ramadan, satu-satunya bulan yang disebutkan dalam Alquran. Ketika menyebut Ramadan, ada tiga hal yang ditonjolkan oleh-Nya, yaitu: bulan diturunkan permulaan Alquran, bulan puasa, dan bulan taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah SWT. (QS Al-Baqarah 185-186).

Nabi SAW bersabda: “… Ramadhan syahru ummati,”  artinya: “Ramadan adalah bulan umatku.” (Nuzhah al-Majalis, hal. 156). Pada bulan ini, umat beriman diuji dengan kewajiban puasa, ganjarannya hanya Allah SWT yang tahu, “karena puasa adalah untuk-Ku”, kata Allah SWT.

Orang yang berpuasa karena Allah SWT, dijauhkan dari neraka jahanam sejauh perjalanan seratus tahun. (HR An-Nasa’i). Diamnya orang berpuasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya mustajab dan amalnya diganjar berlipat ganda. (HR Ad-Dailami). Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika nanti bertemu dengan Tuhan. (HR Bukhari- Muslim).

Puasa (diperintahkan pada tahun ke-2 H), adalah ibadah menahan diri dari segala membatalkan puasa dari terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan niat tertentu (untuk mencari ridha Allah SWT).

Yang membatalkan puasa adalah syahwat perut (makan minum) dan syahwat kelamin (sex) yang dikerjakan dengan sengaja. Namun demikian, puasa bisa tidak berarti di sisi Allah SWT (tidak berpahala) jika pelakunya tidak memelihara anggota tubuhnya dari perbuatan jelek seperti berbohong, menyebarkan keaiban orang lain (ghibah), fitnah, memandang lawan jenis dengan nafsu berahi dan sumpah palsu. (HR. Ad-Dailami). Nabi SAW bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Untuk meningkatkan kualitas puasa dan nilai ibadah di bulan Ramadan dianjurkan:

1. Menyegerakan (ta’jil) berbuka jika sudah sampai waktunya.

2. Bersahur kendati hanya seteguk air, waktunya dimulai dari sesudah tengah malam.

3. Menunda sahur ke akhir waktu, kira-kira seperempat jam sebelum terbit fajar.

4. Berbuka dengan korma masak (ruthab), jika tidak ada maka dengan air zamzam, atau hulwu (makanan yang tidak disentuh api seperti madu dan anggur), atau halwa makanan yang dimasak dengan api.

5. Berdoa ketika berbuka puasa dengan doa yang dicontohkan oleh Nabi SAW, dibolehkan  berdoa sesuatu yang diinginkan .

6. Membukakan orang lain yang berpuasa.

7. Mandi janabat sebelum terbit fajar, sehingga masuk waktu berpuasa dalam keadaan suci.

8. Mandi pada setiap malam Ramadhan usai Magrib, agar segar untuk salat malam.

9. Memelihara Salat Tarawih dari malam pertama sampai akhir Ramadan.

10. Memelihara Salat Witir berjemaah dan membaca doa qunut sesudah pertengahan kedua Ramadan.

11. Memperbanyak membaca Alquran plus tadabbur (merenungi kandungannya).

12. Memperbanyak salat sunat rawatib (qabliah dan ba’diah), dhuha, tasbih dan salat taubat.

13. Memperbanyak amal saleh yaitu bersedekah, menghubungkan silaturahim, menghadiri majelis ta’lim, i’tikaf, berumrah, pendekatan diri kepada Allah SWT dengan memelihara hati dan anggota dari kemaksiatan, dan berdoa dengan doa-doa ma’tsur.

14. Menyemarakkan malam al-Qadar, malam sepuluh hari akhir Ramadan dengan salat,membaca Alquran dan berdoa sepanjang malam, jika tidak mungkin cukup sebagian besar malam, atau minimal salat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk salat subuh berjamaah pula.

15. Menyantap makanan halal untuk berbuka dan bersahur.

16. Berlaku dermawan kepada keluarga.

17. Menghindari perbuatan sia-sia dan perseteruan.

(Hasan Bin Ahmad Muhammad al-Kaaf, dalam at-Taqrirat As-Sadidah fi al-Masa’il al-Mufidah, hal. 443). Selamat datang Ramadan 1435 H. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved