Ayo Kerja!

JOKO Widodo-Jusuf Kalla mengumumkan nama-nama menteri yang akan membantunya selama 5 tahun ke depan

Editor: Dheny Irwan Saputra

JOKO Widodo-Jusuf Kalla mengumumkan nama-nama menteri yang akan membantunya selama 5 tahun ke depan. Presiden menyebutnya dengan Kabinet Kerja. Sebanyak 34 menteri diumumkan untuk membantu Jokowi-JK hingga 2019.

Pengumuman ini memang ditunggu sejumlah pihak. Banyaknya rumor yang beredar membuat rakyat penasaran dengan nama-nama yang akan ditunjuk. Saat disebut, ada nama yang sudah diprediksi, tapi tak sedikit yang dinilai janggal. Namun, inilah hak prerogatif presiden yang mesti dihormati.

Sebaliknya, banyak keunikan dari sosok presiden ketujuh dan wapres ke-12 ini. Pengumuman ini tampak sarat makna dan memiliki filosofi tersendiri. Ada beberapa hal yang bisa dicermati dari pengumuman di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Minggu (27/10) tersebut.

Kesederhanaan menjadi ciri khas pasangan Jokowi-JK saat keduanya muncul di hadapan wartawan. Tak ada seremonial yang kaku, keduanya santai di acara tersebut. Keduanya hadir dengan baju putih lengan panjang dan celana hitam. Demikian pula ibu negara yang berbaju putih dengan gaun hitam.

Seperti biasanya, baju lengan panjang Jokowi-JK tidak diturunkan secara utuh. Lengan panjang keduanya digulung hingga di bawah siku. Lengan baju yang digulung ini menjadi ciri khas Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI.

Ciri khas ini bisa dikatakan sebagai simbol pekerja. Lengan baju digulung mencirikan orang yang siap bekerja. Lengan panjang putih juga sering disimbolkan sebagai pekerja profesional. Karena itulah ketika menjadi konseptor dan pemikir, maka lengan panjang diulurkan penuh. Setelah itu ketika diminta bekerja, lengan baju langsung digulung dan siap mengerjakan apa yang sudah dirancang.

Pakaian ini juga digunakan para pembantu presiden yang namanya disebut satu per satu. Dengan pakaian putih ini bisa disimbolkan sebagai sesuatu yang bersih. Ciri bersih inilah yang tampaknya ingin dimunculkan Jokowi-JK sebagai simbol kabinetnya yang harus bersih, jujur dan pekerja keras.

Kendati bernama kabinet kerja, jangan lupa juga untuk selalu mengedepankan perencanaan yang baik untuk menghasilkan kerja yang baik. Karena dengan perencanaan yang tepat, kerjanya akan semakin efektif. Jika kerjanya efektif tentu pemakaian anggaran negara pun bisa diminimalisasi.

Demikian halnya ketika pelantikan para menteri keesokan harinya. Ada sesuatu yang berbeda dengan pelantikan sebelumnya yakni para menteri memakai pakaian batik. Sedangkan sebelumnya selalu menggunakan jas. Pemakaian batik ini juga tampak memiliki makna istimewa yakni ingin menunjukkan batik sebagai produk budaya bangsa yang harus dibanggakan dan ditonjolkan sebagai identitas bangsa.

Hanya saja ada satu hal yang harus diperbaiki saat pengumuman menteri dan juga pelantikan menteri. Dua acara tersebut dilakukan berdekatan dengan waktu azan. Pengumuman menteri hanya beberapa menit sebelum magrib, sedangkan pelantikan menteri menjelang salat dzuhur tiba. Hal ini penting, apalagi bangsa ini merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar. Untuk itulah seharusnya acara-acara termasuk kenegaraan dilakukan tidak berdekatan dengan waktu salat. Ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa muslim Indonesia benar-benar menghargai waktu salat yang menjadi kewajiban umat muslim.

Akhirnya kita ucapkan selamat bekerja bagi para menteri. Jadikan Indonesia lebih baik, bermartabat, bermoral, berwibawa dan menjadi bangsa yang diperhitungkan negara-negara lain di segala bidang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved