"Kami Takut Mereka Akan Mati“

Bahkan, Rameshbhai Nandwana berniat menjual ginjalnya demi untuk mendanai pengobatan guna menyelamatkan jiwa ketiga anak agar tidak terlalu gemuk.

Editor: Yamani Ramlan
Dailymail
Dari kanan; Yogita Rameshbhai Nandwana (5), Anisha (3), dan Harsh (18 bulan) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Melihat penampilan ketiga anak ini, tentu kita akan mengatakan mereka imut dan lucu. Tapi justru ketakutan yang menimpa orangtua mereka. “Kami takut mereka akan mati,“ ujar sang Ayah, Rameshbhai Nandwana.

Bahkan, Rameshbhai Nandwana berniat menjual ginjalnya demi untuk mendanai pengobatan guna menyelamatkan jiwa ketiga anak agar tidak terlalu gemuk.

Wajar ketakutan menimpa Rameshbhai Nandwana. Pasalnya, ketiga anaknya --Yogita Rameshbhai Nandwana (5), Anisha (3), dan Harsh (18 bulan) adalah anak-anak tergemuk di dunia.

Ketiga memiliki catatan berat di atas rata-rata anak gemuk di dunia. Yogita memiliki berat 34 kilogram, adiknya, Anisha, memiliki berat 48 kilogram, dan si bungsu memiliki berat 15 kilogram.

Sebagai keluarga miskin, Rameshbhai Nandwana pun harus menanggung beban sangat berat. Pasalnya, untuk biaya makan mereka selama seminggu sama dengan biaya makan dua keluarga untuk satu bulan.

Setiap hari, Yogita dan Anisha makan 18 chapati, tiga liter beras, dua mangkuk kaldu, enam bungkus keripik, lima bungkus biskuit, 12 pisang dan satu liter susu.

"Jika anak-anak saya terus tumbuh dengan cara seperti ini, mereka akan memiliki masalah kesehatan utama. Kami takut mereka akan mati,” tutur pria berusia 34 tahun itu seperti dikutip Dailymail, Kamis (16/4/2015).

Beban terberat tentu disandang ibu mereka, Pragna Ben (30), yang harus menghabiskan sebagian besar hari-nya membuat makanan mereka.

"Hari saya dimulai dengan membuat 30 chapati dan 1 kilogram sayur kari di pagi hari. Setelah itu aku lagi di dapur menyiapkan lebih banyak makanan. Mereka seperti kelaparan, dan terus makan tak pernah berhenti,” akunya.

Diceritakan, ketiga anaknya menuntut makanan sepanjang waktu dan menangis atau berteriak jika mereka tidak diberi makan. “Saya pun harus selalu di dapur memasak untuk mereka,” keluh Pragna.

Pasangan ini memiliki satu anak perempuan yang lebih tua, Bhavika (6), yang beratnya hanya 16 kilogram. Baik Rameshbhai Nandwana maupun Pragna Ben mengaku tidak tahu mengapa tiga buah hati mereka yang lain bisa tumbuh begitu besar.

"Ketika Yogita lahir dia sangat lemah dan beratnya hanya 1,5 kilohram. Kami sempat khawatir untuk kesehatannya. Jadi kita beri makan dia lebih banyak selama tahun pertama hidupnya untuk membangun kekuatan. Tapi saat umurnya berumur setahun, beratnya sudah menjadi 12 kilogram,” ujar Rameshbhai Nandwana.

'Putri ketiga kami, Anisha juga bertambah berat badan dengan cara yang sama. Saat berusia setahun beratnya sudah 15 kilogram. Tapi kami hanya menyadari bahwa mereka menderita gangguan ketika anak kami Harsh lahir, karena ia terlalu bertambah berat badan dengan cepat selama tahun pertama,” lanjutnya.

Kedua orangtua miskin itu pun sudah membawa ketiga anak mereka ke dokter. Tapi beberapa dokter yang ditemui menyarankan membawa ketiganya ke rumah sakit. “Untuk ke rumah sakit yang lebih besar saya tidak mampu."

Rameshbhai Nandwana mendapatkan upah hanya 3.000 rupee (atau Rp 650 ribu) per bulan, tapi hal itu masih cukup untuk membeli makanan guna memenuhi selera makan yang besar dari anak-anaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved