ADVERTORIAL
Diabetes Telah “Membunuh” Manusia Setiap Sepuluh Detik
Konsumsi makan yang tak diimbangi sekresi insulin dalam jumlah yang memadai dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat.
DIABETES mellitus kini telah menjadi pembunuh. Penyakit ini disebabkan meningkatnya kadar gula darah yang dipicu oleh berepa faktor.
Pertama, pola makan. Makan yang melebihi jumlah kalori yang dibutuhkan dapat memacu timbulnya diabetes.
Konsumsi makan yang tak diimbangi sekresi insulin dalam jumlah yang memadai dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat.
Kedua, obesitas. Menurut penelitian, 9 dari 10 orang gemuk berpotensi terkena diabetes.
Ketiga, genetis. Diabetes dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Dan pewarisan ini dapat sampai ke cucu, bahkan cicit, walaupun risikonya kecil.
Keempat, bahan kimia dan obat-obatan. Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang pankreas.
Radang ini akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun sehingga tak ada sekresi hormon untuk proses metabolisme, termasuk insulin.
Dan segala jenis residu obat yang terakumulasi dalam waktu lama dapat mengiritasi pankreas. Kelima, penyakit dan infeksi pankreas.
Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas dapat menyebabkan radang, yang membuat fungsi pankreas turun.
Akibatnya, tak ada sekresi hormon untuk proses metabolisme tubuh, termasuk insulin. Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan risiko terkema diabetes. Keenam, pola hidup.
Pola hidup sangat berpengaruh terhadap risiko terkena diabetes. Orang yang malas berolahraga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena diabetes karena olahraga berfungsi membakar kalori yang berlebihan di tubuh, yang merupakan faktor utama penyebab diabetes selain disfungsi pankreas.
Menurut data WHO, badan PBB untuk kesehatan, setiap sepuluh detik, satu orang meninggal karena penyakit ini. Karena itu, apa yang harus dilakukan?
Untuk membuat penderitanya terbebas sama sekali dari penyakit ini, belum ditemukan obatnya. Tapi untuk membuatnya tak sampai tahap komplikasi, banyak yang bisa dilakukan. Di antaranya rutin mengonsumsi makanan atau minuman kesehatan.
Contohnya adalah mengonsumsi kacang kedelai. Kandungan protein kedelai kaya akan arginin dan glisin. Kedua asam amino itu adalah penyusun insulin dan glukogen yang disekresi pankreas.
Yang menjadi nilai plusnya, protein nabati lebih mudah diterima ginjal ketimbang hewani. Oleh karena itu, makin tinggi asupan protein ke dalam tubuh seseorang, sekresi insulin dan glukogen ke dalam sel tubuh juga makin meningkat.
Dengan meningkatnya kadar insulin, kadar glukosa darah akan berkurang karena sebagiannya akan diubah jadi energi.
Saat ini banyak kedelai bubuk beredar. Namun, Kedelai Bubuk Instan New Mandala 525, yang dulu bernama MDL-525, sangat laku karena manfaatnya nyata dan produknya higienis.
Kadar isoflavonnya terukur, sehingga tak sama dengan susu-susu kedelai produksi rumah tangga. Ini ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk beralih ke bahan nabati dalam memelihara kesehatan, sebagai pengganti kebiasaan minum kopi atau teh di pagi hari.
Sehingga kebiasaan ini perlu disebarluaskan kepada seluruh masyarakat. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Produk ini bisa didapatkan di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda.
Untuk informasi penjualan, hubungi distributor wilayah Kalimantan Selatan 081298083882, Batulicin 085348273739, Kotabaru 085249196794, Rantau 081348331234, Amuntai 085249636217,Martapura-Banjarbaru 085393391666.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/advertorial-kedelai-bubuk-instan-new-mandala-525_20151007_120312.jpg)