Ada ‘Kulit Ayam’ di Kulit? Berhentilah Makan Gandum

Kondisi kulit seperti kulit ayam biasa disebut Keratosis Pilaris merupakan hasil dari defisiensi asam lemak dan kekurangan vitamin A sekunder.

Tayang:
Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
theboredmind.com
Penyakit kulit ayam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anda pernah menemukan kulit berbintik seperti kulit ayam di kulit? Kalau benar, segeralah berhenti memakan makanan berbahan gandum!

Kondisi kulit seperti kulit ayam biasa disebut Keratosis Pilaris merupakan hasil dari defisiensi asam lemak dan kekurangan vitamin A sekunder untuk lemak malabsorpsi, yang disebabkan oleh gluten yang merusak usus Anda.

Seperti dikutip situs theboredmind.com, sensitivitas gluten sebenarnya merupakan penyakit autoimun yang menciptakan peradangan di seluruh tubuh.

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan banyak masalah dan penyakit lainnya.

Jika Anda ingin menyingkirkan penyakit Anda harus pergi ke akar penyebab masalah, yang mungkin saja intoleransi terhadap gluten.

Selain indikasi muncul bintik seperti kulit ayam, sensitifitas terhadap gluten juga menyebabkan nyeri sendi, malabsorpsi vitamin, ruam kulit, migren, masalah gastrointestinal, perubahan suasana hati, kecemasan, depresi, atau ADD, kelelahan kronis, fibromyalgia, ketidakseimbangan hormon atau infertilitas, gejala neurologis seperti pusing atau perasaan tidak seimbang, jerawat pada orang dewasa, bangun tidur terasa lesu dan lelah sepanjang hari, intoleransi laktosa, serta sering sakit kepala dan migrain.

The New England Journal of Medicine juga telah merilis daftar 55 penyakit yang bisa disebabkan oleh makan gluten, yang meliputi osteoporosis, penyakit radang usus, anemia, kanker, penyakit iritasi usus, arthritis, lupus, multiple sclerosis, dan banyak penyakit autoimun lainnya.

Gluten juga terkait dengan penyakit mental dan neurologis seperti kecemasan, depresi, skizofrenia, dan lain-lain.

Tentu, ini tidak berarti bahwa setiap kasus penyakit mental atau kanker atau masalah-masalah lain yang disebabkan oleh gluten, tapi sangat penting bagi kita semua untuk melihat ke dalamnya.

Kalau ciri-ciri sensitifas terhadap gluten muncul, mungkin sudah saatnya Anda mengunjungi dokter untuk menguji intolerasi tubuh terhadap gluten.

Atau hapuskan daftar gluter dari diet Anda, dan memperhatikan bagaimana tubuh Anda bereaksi setelahnya.

Seperti dikutip Wikipedia, gluten adalah campuran amorf dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma beberapa sereal, terutama gandum, gandum hitam, dan jelai.

Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya.

Kandungan gluten dapat mencapai 80 persen dari total protein dalam tepung, dan terdiri dari protein gliadin dan glutenin. Gluten membuat adonan kenyal dan dapat mengembang karena bersifat kedap udara.

Gluten dapat digunakan untuk membuat daging imitasi (terutama daging bebek) untuk hidangan vegetarian dan vegan.

Tepung roti berdasar penelitian memang banyak mengandung gluten, sementara tepung kue lebih sedikit.

Ada sejumlah orang yang tidak dapat mengonsumsi gluten karena reaksi daya tahan tubuh merusak dinding usus halus, dan hanya dapat ditangani bila penderita tidak makan gluten seumur hidup.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved