5 Kepala Daerah Paling Menyita Perhatian Selama 2015
Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula para pemimpin kita. Namun, menurut penulis H Jackson Brown Jr, seorang pemim
Simak berbagai berita terkait Emil di topik khusus Sepak Terjang Ridwan Kamil
3. Gatot Pujonugroho (Gubernur nonaktif Sumatera Utara)
Gatot masuk ke dalam pemerintahan Provinsi Sumatera Utara sebagai Wakil Gubernur saat terpilih bersama pasangannya, Syamsul Arifin, pada Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2008.

Sejak Syamsul terjerat kasus korupsi dan ditahan, Gatot menjadi Plt Gubernur Sumut pada tahun 2011. Dia maju lagi dalam Pilkada Sumut 2013 sebagai calon gubernur bersama pasangannya, Erry Nuradi, dan mereka menang.
Namun, baru dua tahun menjabat, langkah Gatot tersandung. Hingga November 2015, Gatot telah ditetapkan sebagai tersangka untuk empat kasus dugaan korupsi.
Tiga kasus yang menjeratnya ditangani oleh KPK, sedangkan satu kasus lainnya ditangani Kejaksaan Agung.
Menurut catatan harian Kompas, terakhir, Gatot ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan empat unsur pimpinan dan satu anggota DPRD periode 2009-2014 terkait dugaan suap penolakan interpelasi, pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah, serta laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah.
Sebelumnya, KPK menetapkan Gatot sebagai tersangka dugaan suap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dan dugaan suap kepada mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Rio Patrice Capella terkait dengan dugaan pengamanan kasus dana bantuan sosial di kejaksaan.
Kejaksaan Agung juga telah menetapkan Gatot sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial.
Simak berbagai berita terkait Gatot di topik khusus Dugaan Korupsi Gatot Pujo Nugroho
4. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)
Sejak awal tahun 2015, Ganjar sudah menyita perhatian publik karena gugatan PT Indo Perkasa Utama (IPU) yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, terkait sengketa penggunaan lahan dalam Pekan Raya dan Promosi Pembangunan (PRPP).

Dalam kasus ini, kedua pihak akhirnya saling menggugat. Pria yang terpilih sebagai gubernur dalam pemilihan pada tahun 2013 ini menilai, gugatan Yusril salah alamat. Sementara itu, Yusril menilai, Ganjar tidak paham soal pengertian aset negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gubernur-nonaktif-sumatera-utara-gatot-pujo-nugroho-penyidik-kpk_20150805_160149.jpg)