NEWSVIDEO
"Aku Tidak Akan Menembaknya! Lebih Baik Dibius Saja”
Richard Johnstone-Scott yang melihat rekaman bagaimana Harambe memperlakukan Yesaya Gregg (4), dia memastikan sang gorila tak seharusnya dibunuh.
Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tewasnya Harambe, gorila yang ditembak mati oleh petugas Kebun Binatang Cincinnati, AS, Sabtu (28/5/2016), sangat disayangkan para pecinta binatang.
Salah satunya adalah Richard Johnstone-Scott, mantan penjaga kebun binatang yang dihuni Jambo, gorila penghuni Kebun Binatang Jersey Durrell Wildlife Park, yang menolong seorang anak Levan Merritt (5) pada 1986.
Richard Johnstone-Scott adalah petugas penjaga Jambo saat itu.
Seperti dikutip The Sun, Richard Johnstone-Scott yang melihat rekaman bagaimana Harambe memperlakukan Yesaya Gregg (4), dia memastikan sang gorila tak seharusnya dibunuh.
Richard yang kini berusia 70 tahun itu, yakin kehidupan Harambe bisa diselamatkan.
"Saya tidak berpikir bahwa gorila menjadi ancaman serius bagi anak itu, tapi aku tidak melihat segala sesuatu yang terjadi,” jelasnya.
Dia mengatakan, sekilah memang gorila Harambe tampak menyeret Yesaya Gregg menjauh dari penonton yang ketakutan dan berteriak saat kejadian.
"Gorila itu seolah-olah memang menyeret anak itu dengan khaki, namun maksudnya untuk menjauh dari bahaya,” tuturnya.
"Gorila memang melakukan hal yang sama dengan anak mereka, untuk menarik mereka dari bahaya. Dan meskipun itu tampak kasar, tapi itu tidak seperti yang terlihat,” jelasnya lagi.
Seperti diberitakan, pada 1986 seoran anak bernama Levan Merritt jatuh ke dalam kandang gorila.
Salah satu gorila bernama Jambo, tampak membelai dan merawat anak kecil, serta melindunginya dari gorila lain di kandang yang sama.
Saat itu, penjaga mampu menyelamatkan Levan, dan Richard mengatakan penembakan terhadap Jambo akan menjadi pilihan terakhir.
"Kami memang memiliki senjata panah, tetapi itu tidak pernah benar-benar dipertimbangkan karena kami melihat perilaku gorila itu tidak mengancam jiwa anak tersebut,” katanya.
"Tubuh Jambo memang besar, tapi memiliki prilaku yang lembut dan penggunaan senjata tidak dianggap perlu,” lanjutnya.
Richard juga memiliki beberapa simpati untuk staf kebun binatang yang menghadapi dilema mengerikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/richard-johnstone-scott-bersama-gorila-jambo_20160601_161749.jpg)