NEWSVIDEO

"Aku Tidak Akan Menembaknya! Lebih Baik Dibius Saja”

Richard Johnstone-Scott yang melihat rekaman bagaimana Harambe memperlakukan Yesaya Gregg (4), dia memastikan sang gorila tak seharusnya dibunuh.

Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
THE SUN
Richard Johnstone-Scott bersama gorila Jambo. 

"Saya bersimpati dengan penjaga kebun binatang. Gorila itu memang bisa menyakiti anak itu akibat tanpa sengaja menjadi agresif. Saya tidak ingin menjadi tidak adil penting karena saya tidak tahu cerita lengkapnya,” akunya.

Terpisah, penjaga kebun binatang di kebun binatang Ohio mengklaim, panah bius tidak akan terpengaruh terhadap tubuh Harambe yang besar.

"Para pejabat di kebun binatang itu telah membuat pilihan yang sulit, dan mereka membuat keputusan yang tepat karena menyelamatkan kehidupan anak kecil itu. Kalau tidak, bisa saja hal sangat buruk bisa terjasi,” kata Direktur Kebun Binatang Cincinnati, Thane Maynard.

Tapi, Richard percaya anak panah bius bisa bekerja.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit. Dan saya tidak berpikir anak panah ke pantat cukup mempengaruhi gorila itu,” ujarnya.

Sebuah petisi online di Change.org menyerukan tindakan terhadap orangtua Yesaya. Hingga tadi malam pendukungnya sudah 150 ribu orang.

Gorila dataran rendah barat seperti Harambe yang tinggal di hutan di Afrika Tengah, kini telah dianggap terancam punah oleh World Wildlife Fund.

Saat ini, diperkirakan masih tertinggal 100 ribu gorila di alam liar kawasan itu.

Begini Aksi Jumbo di 1986

Begini penembakan Harambe di 2016


Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved