Bebal

Ada banyak contoh kebebalan pejabat kita yang akhirnya justru harus berurusan dengan hukum. Ya, korupsi, adalah salah satu kebebalan yang

Editor: BPost Online
Bpost/Riza
Tajuk 

SUKA tidak suka, kebebalan kerap menjangkit pada para pejabat di negeri ini. Ya, bebal, kadang sulit dihindari, kadang kondisi itu jusru meninabobokan mereka ketika berada dalam situasi yang memaksa untuk membuat pilihan.

Ada banyak contoh kebebalan pejabat kita yang akhirnya justru harus berurusan dengan hukum. Ya, korupsi, adalah salah satu kebebalan yang meninabobokan para pejabat di negeri ini.

Logika sederhanya begini. Kita tahu pejabat tertentu apalagi yang memiliki kewenangan, tentu bukanlah sosok sembarangan. Setidaknya dia berlatar belakang pendidikan tinggi. Jadi, rasanya dengan kecerdasan dan kepintaran yang dimiliki –setidaknya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik– sulit baginya melakukan hal-hal yang terlarang. Jujur harus kita katakan, kasus Irman Gusman, ketua Dewan Pimpinan |Daerah (DPD), adalah fakta bahwa pejabat kita memang bebal. Setidaknya, kita berfikir tidak mungkinlah seorang tokoh seperti Irman Gusman menjadi bebal dan ikut-ikutan seperti pejabat lainnya.

Terlalu absur bagi seorang senator terpandang harus berkubang dalam kebebalan yang akhirnya membawanya pada kenistaan. Tapi, itulah faktanya bahwa kebebalan tidak pernah memandang siapa dia dan siapa kamu. Pendek kata, kebebalan menjadikan seseorang tersilap dan lupa akan kesosokannya sebagai panutan. Dan, fakta yang banyak kita saksikan, sosok-sosok pintar, cerdas, populis itu terjerembab lantaran kebebalannya.

Lantas bagaimana untuk bisa menghindari kebebalan itu? Sejatinya, ada banyak pengilon dari serangkaian kasus korupsi yang melibatkan para pesohor. Setidaknya, pertama, memiliki rasa malu yang tinggi. Ini adalah kunci untuk menjauhi diri kita dari kebebalan. Dengan memiliki rasa malu, pastinya, seseorang selalu berpikir seribu kali untuk berbuat asosial.

Selama ini, para pejabat di negeri ini yang berurusan dengan hukum karena memang mereka umumnya tidak memiliki rasa malu. Dan, bebal! Kenapa? Karena dari kasus ke kasus yang lain tidak dijadikannya contoh, tapi justru seolah sebuah hiburan bahkan ajakan! Keblinger!

Tapi, ya itulah tipikal banyak pejabat dan pemangku kebijakan di negeri ini yang melihat sekelilingnya sama. Sehingga tidak perlu lagi rasa malu. Akibatnya, rasa malu itu terdistorsi oleh kebebalan yang akhirnya mengantarkannya pada kenistaan.

Sampai kapan kebebalan itu menjadi panutan? Pastinya, itu tergantung seberapa kuat kita menempatkan rasa malu untuk berbuat tidak baik di atas rasa bebal. Jangan sampai bebal menjadi sebuah habit kita mengarungi kehidupan ini. Bagaimanapun bebal adalah contoh buruk karena kerap menyilapkan dan meninabobokan kita.

Sekali lagi, kasus senator Irman Gusman adalah pengilon sekaligus contoh asosial yang tidak perlu digugu. Dan, ingat! bagi mereka yang kini memangku kekuasaan atau kebijakan, jangan sampai terlena dengan kedudukan sehingga akhirnya menjadi bebal karenanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved