Orangtua Diminta Waspada, Jumlah Anak Tertelan Baterai Kancing Meningkat

Baterai kancing juga dapat membakar lubang melalui lapisan esofagus, yang dapat mengakibatkan pasien mengalami pendarahan, bahkan menyebabkan kematian

Tayang:
Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
Dailymail
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kemajuan teknologi meningkat pesar. Perangkat pun makin mengecil. Namun para orangtua diminta waspada, karena sumber daya yang dipergunakan perangkat-perangkat mini tersebut juga mengecil.

Pasalnya, dokter di Inggris mengeluarkan peringatan telah meningkatnya jumlah anak-anak yang menelan baterai kecil 'yang bisa membuat mereka mati kehabisan darah.

Seperti dikutip Dailymail, Jumat (23/9/2016), saat anak tertelan ‘baterai kancing’ tersebut, dapat menimbulkan bahaya tersedak.

Baterai kancing juga dapat membakar lubang melalui lapisan esofagus, yang dapat mengakibatkan pasien mengalami pendarahan, bahkan menyebabkan kematian.

Rumah Sakit Great Ormond Street London telah melaporkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah anak yang dirawat akibat tertelan baterai kancing.

Pihak rumah sakit mengatakan, mereka rata-rata menerima penderita anak rata-rata satu orang per bulan yang mengalami masalah tersebut.

Dan setidaknya, ada dua anak di Manchester telah meninggal sebagai akibat dari tertelan baterai kancing.

Baterai kancing memang merupakan jenis baterai yang ramping, hanya seukuran koin.

Benda itu dapat dengan mudah terjebak di tenggorokan anak.

Dan ketika baterai akan bersarang di kerongkongan, arus listrik yang ada di baterai dapat terjadi setelah terjadi kontak dengan lapisan tenggorokan, yang dapat menyebabkan luka bakar yang parah.

Dr Katie Parkins, seorang konsultan untuk Pediatri Intensive Care Service Transportasi, mengatakan: anak-anak di bawah enam tahun merupakan yang paling berisiko.

“Tetapi cedera parah dapat saja terjadi pada semua kelompok umur.,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved