Perbanyak Kompetisi

Gelaran kejuaraan bulu tangkis berlabel Sirkuit Nasional (Sirnas) Milo School Competition (MSC) 2016 telah berakhir Minggu (9/10).

Editor: BPost Online
Bpost/Riza
Tajuk 

GELARAN kejuaraan bulu tangkis berlabel Sirkuit Nasional (Sirnas) Milo School Competition (MSC) 2016 telah berakhir Minggu (9/10).

Kejuaraan ini benar-benar menjadi ajang unjuk gigi bagi para pebulu tangkis junior Kalimantan Selatan (Kalsel). Tanpa mempedulikan begitu banyaknya keringat dan tenaga yang keluar, mereka berjuang mati-matian untuk meraih yang terbaik di kejuaraan ini.

Potensi putra/putri Banua pun bisa terlihat dari kejuaraan ini setelah menyabet gelar juara, khususnya di nomor beregu kategori SMP dan SD sederajat yang hanya diikuti bibit-bibit pebulu tangkis Banua.

Misalnya di kategori SMP sederajat putra, siswa MTsN Batu Mandi sukses menjadi juara setelah mengalahkan SMPN 1 Teratai A dan di kategori SMP sederajat putri, SMPN 1 Marabahan menjadi jawara setelah menumbangkan SMPN 1 Sungai Tabuk.

Kemudian di kategori SD sederajat putra, siswa SDIT Al-Khair Barabai menjadi yang terbaik setelah mengalahkan SDN Kertak Hanyar 1-3 dan siswa SDN 1 Sei Besar Banjarbaru menjadi kampiun di kategori SD sederajat putri usai menaklukkan siswa SDN Karang Mekar 4.

Sayangnya, untuk kategori umum, pebulu tangkis Banua yang memperkuat sejumlah klub di Kalsel belum bisa meraih hasil terbaik. Mereka masih kalah bersaing lawan atlet-atlet bulu tangkis dari klub-klub Pulau Jawa.
Jika melihat prestasi yang diraih di kejuaraan ini, memang atlet-atlet Banua masih kalah bagus dibanding atlet-atlet Pulau Jawa yang memperkuat klub-klub besar seperti Exist Jakarta dan Djarum Kudus.

Namun jika melihat potensi, sebenarnya bibit-bibit pebulu tangkis Banua yang berlaga di kejuaraan itu mempunyai potensi yang besar untuk berkembang menjadi pebulu tangkis yang hebat. Dan itu diakui legenda bulu tangkis nasional, Rexy Mainaky saat datang di laga final untuk memberikan coaching clinic buat pebulu tangkis junior di Banua.

Menurut Rexy, untuk bisa berkembang, bibit-bibit pebulu tangkis Banua hanya perlu lebih banyak berlatih dan mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai kejuaraan bulu tangkis.

Mengupas kata-kata Rexy tersebut, jelas tersirat pesan bahwa, putra-putri Banua itu bisa saja tumbuh menjadi pebulu tangkis hebat jika disertai dengan pembinaan yang lebih bagus sejak usia dini.

Siapa yang harus membina? Tentu saja semua pihak yang terkait, mulai dari pemerintah daerah termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Pembinaannya, sudah pasti pembinaan yang berkesinambungan dan lebih terfokus di dalam satu wadah. Di antaranya bisa dengan mendirikan atau menghidupkan klub-klub atau sejenisnya di berbagai daerah.

Dengan pembinaan yang lebih fokus dan serius, bukan mustahil bulu tangkis Kalsel bisa mengikuti gulat yang banyak melahirkan talenta-talenta hebat dan berprestasi serta bisa mengharumkan nama Kalsel.

Tak kalah penting, kompetisi bulu tangkis di Banua harus diperbanyak. Atlet-atlet junior harus banyak diikutkan di berbagai event kejuaraan untuk menambah jam terbang dan mengasah mental bertandingnya, baik di level lokal maupun nasional. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved