Kunci Surga
Seorang mahasiswa Indonesia yang studi di Kairo, Mesir, suatu pagi di tahun 2012 berangkat pergi kuliah dari asrama
Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel
Seorang mahasiswa Indonesia yang studi di Kairo, Mesir, suatu pagi di tahun 2012 berangkat pergi kuliah dari asrama (Madinatul-Bu’ust al-Islamiyah, Darrasah, Kairo) menuju kampus Al-Azhar menumpang bus umum. Di dalam bus penumpang penuh sesak. Namun mengherankan ketika itu ada hiruk-pikuk dan kegaduhan, semua diam tertunduk.
Apa pasal? Di dalam bus itu, oleh sang sopir diputar kaset rekaman khotbah berisikan peristiwa yang terjadi di sebuah kota di Amerika. Sang mahasiswa menjadi penasaran, khotbah siapa itu? Dia pun terus menelusuri, ternyata sang khatib adalah seorang syekh kondang bernama Abdullah Kisyk, khatib sebuah masjid di kawasan Darmalak, Kota Kairo, dia tunanetra.
Isi khotbah tersebut menceritakan, bahwa seorang pemuda Arab muslim yang tinggal di Amerika. Kisah ini terjadi pada 22 Februari 2006. Dia baru saja menyelesaikan studi kuliahnya di Amerika. Pemuda ini merupakan seorang manusia yang diberi nikmat oleh Allah berupa ilmu tentang agama Islam, bahkan dia mampu mendalaminya. Selain sebagai seorang pelajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.
Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan seorang Nasrani. Hubungan mereka akrab. Keakraban pemuda Arab itu dengan seorang Nasrani dilandasi harapan semoga Allah memberinya hidayah untuk masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika, dan melintas di depan sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Si Nasrani akan memasuki gereja tersebut, dan meminta agar pemuda Arab itu turut masuk ke dalam gereja. Semula pemuda Arab tersebut keberatan atas permintaan temannya itu, tapi karena dia terus didesak, akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaan si Nasrani itu.
Lalu masuklah dia ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika pendeta gereja itu masuk, hadirin serentak berdiri untuk memberikan penghormatan. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika memandang hadirin. Dia pun berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku berharap dia keluar dari sini.” Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, tapi dia tetap tidak bergeming dari tempatnya.
Akhirnya pendeta itu berkata: “Aku minta dia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda Arab itu beranjak keluar. Di ambang pintu, dia bertanya kepada si Pendeta, “Bagaimana Anda tahu bahwa saya seorang muslim?”
Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian dia hendak beranjak keluar. Namun si Pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Tujuannya untuk memojokkan dan mempermalukan pemuda tersebut, sekaligus mengokohkan agama dan gerejanya.
Si Pendeta berkata, “Aku akan membiarkan Anda keluar dari tempat suci ini setelah aku mengajukan kepada Anda 22 pertanyaan, dan Anda harus menjawabnya dengan tepat” Sang pemuda Arab tersebut tersenyum dan berkata, “Silakan!”
Sang Pendeta pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal: 1. Sebutkan satu yang tidak akan ada duanya, 2. Dua yang tidak akan ada tiganya, 3. Tiga yang tidak akan ada empatnya, 4. Empat yang tidak akan ada yang limanya, 5. Lima yang tidak akan ada enamnya, 6. Enam yang tidak akan ada tujuhnya.
7. Tujuh yang tidak akan ada delapannya, 8. Delapan yang tidak akan ada sembilannya, 9. Sembilan yang tidak akan ada sepuluhnya, 10. Sesuatu yang bernilai sepuluh, 11. Sebelas yang tidak akan ada dua belasnya, 12. Dua belas yang tidak akan ada tiga belasnya, 13. Tiga belas yang tidak akan ada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernapas namun tidak mempunyai ruh! 15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? 16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke surga? 17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia mencelanya? 18. Sebutkan makhluk yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! 19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! 22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah sinaran matahari?.
Jawaban pemuda tersebut, ikuti Fikrah berikutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/husin_naparin_20161020__20161020_212740.jpg)