Obama dan Islam

Barack Obama (3/2/2016) di depan komunitas muslim di Masjid Islamic Center, Baltimore Maryland Amerika, berceramah:

Obama dan Islam
Net
KH Husin Naparin 

Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

Barack Obama (3/2/2016) di depan komunitas muslim di Masjid Islamic Center, Baltimore Maryland Amerika, berceramah: “Your entire community so often is targeted or blamed for the violent acts of the very few. People conflating the horrific acts of terrorism with the beliefs of an entire faith. For more than a thousand years, people have been drawn to Islam’s message of peace. And the very word itself, Islam, comes from salam peace. The standard greeting is as-salamu alaykum -- peace be upon you. And like so many faiths, Islam is rooted in a commitment to compassion and mercy and justice and charity. Whoever wants to enter paradise, the Prophet Muhammad taught, “let him treat people the way he would love to be treated.”

Terjemahannya, “Komunitas Anda (muslim) secara keseluruhan memang sering menjadi target atau disalahkan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh segelintir orang. Orang sering mengaitkan tindakan brutal terorisme dengan keyakinan seluruh iman. Sudah lebih dari seribu tahun lalu, orang telah ditarik dengan pesan Islam damai. Dan kata Islam itu sendiri berasal dari salam yang berarti perdamaian. Sapaan standar mereka adalah as-salamu alaikum yang berarti semoga kedamaian untuk Anda. Dan seperti pada banyak agama lainnya, Islam juga berakar pada komitmen untuk kasih sayang, keramahan, keadilan dan amal bakti. Siapa saja yang ingin masuk surga, Nabi Muhammad mengajarkan, “perlakukanlah orang lain dengan cara sebagaimana engkau ingin diperlakukan.”

Muslim Americans enrich our lives today in every way. They’re our neighbors, the teachers who inspire our children, the doctors who trust us with our health, future doctors like Sabah. They’re scientists who win Nobel Prizes, young entrepreneurs who are creating new technologies that we use all the time. They’re the sports heroes we cheer for, like Muhammad Ali and Kareem Abdul-Jabbar, Hakeem Olajuwon. And by the way, when Team USA marches into the next Olympics, one of the Americans waving the red, white and blue -- will be a fencing champion, wearing her hijab, Ibtihaj Muhammad, who is here today. Stand up.”

Terjemahannya, “Orang-orang muslim Amerika, hari ini, telah memperkaya kehidupan kita dalam segala hal. Mereka adalah tetangga kita, guru-guru yang menginspirasi anak-anak kita, para dokter yang kita percayai dalam urusan kesehatan kita. Ada dokter masa depan seperti saudari Sabah ini. Sebagian mereka juga ilmuwan pemenang hadiah Nobel, pengusaha muda yang menciptakan teknologi baru yang kita gunakan setiap waktu.

Mereka juga para pahlawan olahraga yang kita soraki, seperti Muhammad Ali dan Kareem Abdul-Jabbar, Hakeem Olajuwon. Ngomong-omong, ketika Team USA pawai ke Olimpiade berikutnya, ada salah satu orang Amerika melambaikan merah, putih dan biru (bendera Amerika), juara anggar, mengenakan jilbab. Ibtihaj Muhammad, yang sekarang berada di sini hari ini. Silakan berdiri!

Muslim Americans keep us safe. They’re our police and our firefighters. They’re in homeland security, in our intelligence community. the overwhelming majority of the world’s Muslims embrace Islam as a source of peace. It is undeniable that a small fraction of Muslims propagate a perverted interpretation of Islam. They’re not the first extremists in history to misuse God’s name. We’ve seen it before, across faiths. This is the truth. we have to understand an attack on one faith is an attack on all our faiths. the first word revealed in the Koran -- iqra -- means “read” -- to seek knowledge, to question assumptions. If we expect our own dignity to be respected, so must we respect the dignity of others.

Terjemahannya, “Orang muslim Amerika juga membuat kita tetap aman. Mereka adalah yang menjadi polisi dan petugas pemadam kebakaran kita. Mereka yang bergabung di komunitas intelijen kita. Mayoritas Muslim di dunia menjadikan Islam sebagai sumber perdamaian. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian kecil dari umat Islam menyebarkan penafsiran yang menyimpang dari Islam. Namun mereka bukan kaum ekstremis yang pertama dalam sejarah yang menyalahgunakan nama Allah. Kita telah melihat itu sebelumnya, di agama-agama lainnya.

Inilah kebenarannya! Kita harus pahami bahwa serangan terhadap satu keimanan merupakan serangan terhadap semua keimanan kita. Kata pertama yang terungkap dalam Alquran yaitu “iqra” yang berarti “bacalah,” suatu pesan untuk mencari ilmu, untuk mempertanyakan asumsi. Jika kita berharap martabat dihormati, maka kita harusmenghormati martabat orang lain. (Terjemahan Cecep Zakaria El Bilad, Dosen Filasafat Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Palangkaraya). (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved