Cerpen Banjarmasin Post
Sepotong Senja
Hari-harinya selain berurusan dengan rumah sakit, tentu saja di atas kursi goyang sambil menikmati senja.
Kupandang Murtandi. Dia, dengan gerak matanya, mempersilakan aku memasang senja itu.
“Kenapa belum dipasang?” tanya Piah, setelah sekian menit menunggu.
Aku menyeka keringat. Sungguh susah memasang senja di rumah Murtandi.
“Anak-anak butuh yang terang, ceria. Mereka tidak ingin yang kelam, senja. Biarlah mereka menikmati masa muda. Kita jangan egois. Mereka tidak, maksudku belum membutuhkan senja seperti kita.”
“Maksudmu yang egois itu aku, kan! Tidak usah berbasa-basi! Kau tidak pernah menyenangi senja seperti aku!”
Tatapnya layu. Kepalanya ditekuk. Dia membisu hingga keriuhan, senyap. Kami pulang ke rumah, juga dengan bisu.
Ketika dia memintaku memasang senja kembali di tempat semula, aku sudah kepayahan dan roboh di sofa. Kataku tidak ada senja, karena hari sudah malam.
***
Pagi yang menyambar dari jendela, membangunkanku. Aku teringat Piah. Ternyata dia masih tidur di atas kursi goyang. Aku merasa kasihan karena dia kehilangan senja. Matahari mencengkeram tubuhnya. Gulungan senja kugelar.
Perlahan aku memasang senja dengan susah payah. Aduh, salahku sebelumnya tidak hati-hati memotong senja.
Ukuran senja tidak lagi sama dengan ukuran jendela. Matahari tetap saja bisa melewati celah antara senja dengan bingkai jendela.
Lalu, aku mencoba menyambung senja dengan potongan berwarna emas. Kurekatkan dengan lem, dan memasang senja itu di tempat semula.
Berhasil! Kucium kening Piah dengan lembut.
“Senjamu sudah terpasang,” kataku.
Dia tetap diam. Saat kusentuh wajahnya, kepalanya kulai ke kiri. Piah telah kehilangan senja. Dia menuju ujung gelap. Aku meleleh, menangis di pangkuannya. (*)
* Rifan Nazhif. Ia mulai menulis cerpen, puisi, esai, dan artikel di beberapa koran lokal Medan sejak 1989. Hingga sekarang masih aktif menulis di beberapa koran lokal maupun nasional. Tinggal di Lebong Gajah Sematang Borang, Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/cerpen-banjarmasin-post-edisi-12-maret-2017_20170312_180245.jpg)