Pasar Sepi Pembeli
Biasanya Pasar Haruyan, Hulu Sungai Tengah dan Pasar Muui penuh sesak pembeli. Pedagang apa saja ramai dikerumuni pembeli.
HULU SUNGAI TENGAH - Biasanya Pasar Haruyan, Hulu Sungai Tengah dan Pasar Muui penuh sesak pembeli. Pedagang apa saja ramai dikerumuni pembeli. Sekarang sepi pembeli, banyak pedagang bayar retribusi (karcis) uang bawaan dari rumah.
Artinya, dagangan belum ada yang beli hingga pukul 10 sudah tutup akibat harga karet anjlok. Apalagi musim tidak menentu yang tidak hanya malam, siang pun hujan, maka petani banyak menganggur.
Bagaimana nih pihak pemerintah kabupaten (pemkab) atau pihak terkait menyikapi hal ini. Terima kasih. 082151856264
TANGGAPAN:
PERLU diketahui penyebab sepinya kedua pasar tersebut, karena sebagian masyarakat di sana mengandalkan penghasilannya pada kebun karet. Ketika harga karet anjlok seperti saat ini, maka daya beli mereka pun turun.
Sedangkan yang menentukan harga karet adalah pihak perusahaan pembeli karet nasional. Pihak Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, maupun pihak pemerintah daerah tidak bisa ikut campur dalam penentuan harga karet.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) telah mèncanangkan adanya diversifikasi usaha seperti usaha pertanian secara luas bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin dalam pemetaan wilayah khususnya, sehingga terbentuk satu desa ada satu produk unggulan. Demikian yang dapat disampaikan, terima kasih.
DRS HM YUSERANI MSI
Kadis Perdagangan Kabupaten HST
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hot-line-bpost-20161020_20161019_212833.jpg)