Success Story
Dari Politik Beralih Jadi Pengusaha
Jalan kehidupan Irwandi SSos yang semula berkecimpung dengan dunia politik, kemudian beralih haluan menjadi pengusaha.
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
REZEKI orang siapa yang tahu, kecuali Tuhan sang Maha Pemberi Rezeki. Begitulah jalan kehidupan pria satu ini yang semula berkecimpung dengan dunia politik, kemudian beralih haluan menjadi pengusaha.
Bagi Irwandi, apa yang sudah digariskan Tuhan harus dijalani dan ia berharap apa yang dilakoninya sekarang bisa membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.
Apa dan bagaimana sosok Irwandi, berikut petikan wawancara dengan Direktur Utama PT Arta Graha Abadi, Batulicin, Tanahbumbu ini.
Bisa diceritakan tentang masa muda dan awal bekerja?
Alhamdulillah, saya berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unlam (kini ULM) Banjarmasin di jurusan Administrasi Niaga.
Setelah lulus kuliah, saya melamar kerja dan diterima di sebuah perusahaan swasta. Bekerja dari satu perusahaan dan pindah ke perusahaan lain.
Anda berasal dari Banjarmasin, bagaimana ceritanya hingga bermukim di Batulicin?
Istri saya orang Batulicin. Jadi, saya mengikuti istri ke daerah asalnya pada 2008. Lantas saya bekerja dan ikut seleksi komisioner KPU Tanahbumbu.
Alhamdulillah, setelah periode pertama, pada 2013 saya ikut seleksi lagi dan terpilih periode kedua hingga 2018.
Namun, karena aturannya hanya boleh menjabat dua periode maka kalau ingin kembali jadi komisioner KPU maka harus ke jenjang lebih tinggi yaitu KPU Kalsel.
Rezeki saya hanya di KPU Tanahbumbu, sedangkan seleksi menjadi komisioner KPU Kalsel saya gagal.
Apa yang Anda kerjakan setelah gagal jadi komisioner kembali?
Saya coba lembaga lain yang masih mengurusi pemilihan umum atau dunia politik, di bidang pengawasan yaitu Bawaslu.
Sayangnya tak terpilih menjadi anggota Bawaslu. Meski demikian, sempat juga menjabat sebagai pengganti antar waktu walau hanya sebulan.
Bagaimana pengalaman selama mengurus pemilu umum?
Pastinya memberikan banyak pengalaman yang bermanfaat. Kita juga jadi lebih memahami dunia politik.
Tantangan yang saya rasakan adalah tekanan politik baik dari calon yang ingin jadi dan calon sudah jadi dan ingin menjabat lagi.
Menghadapi itu, saya coba hadapi dengan cara kekeluargaan, memperlakukan orang dengan santun, sehingga dia tidak marah atau tersinggung.
Pengalaman positif yang saya rasakan adalah saya di KPU bertemu banyak orang sehingga saat beralih sebagai pengusaha maka bukan hal baru ketika harus banyak bertemu orang dengan berbagai karakter.
Bagaimana awalnya Anda terjun ke dunia usaha?
Semasa kuliah saya pernah memasarkan kapling tanah milik orangtua, jadi sebenarnya saya sudah ada basic usaha.
Kemudian, saat ada kesempatan untuk menjadi pengembang perumahan, saya belajar dan berani mencoba.
Ada lahan yang bisa dibangun dan ada kepercayaan teman-teman untuk membangun sebuah perumahan.
Saya dirikan perusahaan dan mengurus segala perizinan hingga kemudian merintis membangun rumah subsidi dengan nama Villa Bukit Arjuna.
Ada kendala dalam merintis usaha?
Perizinan di Tanahbumbu tak terlalu rumit, berhubung para pejabat antara lain kepala dinas, Kasubag rata-rata orang muda yang familiar sistem birokrasi elektronik jadi mereka mudah memahami.
Kalaupun kendala, hanya karena pejabatnya kadang keluar daerah untuk urusan dinas jadi harus menunggu proses atau aturan bupati yang setiap berganti kepala daerah ada perubahan, ya tergantung pimpinan.
Apa ada kaitan antara dunia politik yang pernah Anda jalani dengan dunia bisnis?
Pastinya, berpolitik itu ada di berbagai bidang usaha. Ada politik pragmatis dan ada politik bisnis. Bahkan, jurnalis juga berpolitik, misal untuk mendapatkan informasi perlu kiat dan strategi, itu kan politik juga.
Begitupula saat memasarkan perumahan. Politik diterapkannya adalah pembeli dijadikan marketing. Mereka dapat bonus jika mendapat pembeli baru.
Ada pembeli dari kalangan guru kemudian ia promosikan kepada guru-guru lainnya. Ada juga yang promosikan ke keluarganya. Jadilah berantai. Bonus kita kasih, rumah kita banyak laku. Ini sangat efisien dibanding dengan memakai jasa agen pemasaran yang notabene perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Kemauan dan Keberanian
BAGI orang-orang yang ingin memulai berbisnis, Irwandi menyampaikan, yang perlu disiapkan adalah kemauan dan keberanian.
"Banyak orang yang mau, tapi tidak punya keberanian. Intinya, jika memulai bisnis harus ada kemauan dan keberanian," kata Irwandi.
Beranilah mencoba. Seperti halnya dirinya yang berani memulai walaupun ada risiko berhasil atau gagal. Namun, itu sebuah konsekuensi untuk berhasil.
"Bagi yang ingin jadi developer, sekarang malah banyak sekolah developer. Kalau sudah ada kemauan, belajar bikin perusahaan, cari tahu cara akuisisi lahan, tanya senior-senior belajar dari mereka," kata Irwandi.
Melanggengkan usaha, bikin produk yang terjamin. Jaga kualitas bangunan supaya pembeli percaya dengan kerjaan kita dan ini akan menjadi promosi tersendiri. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Biodata
Nama: Irwandi SSos
Lahir: 1976
Usia: 49 tahun
Pendidikan: Strata 1 FISIP ULM
Pekerjaan: Pengembang perumahan
Jabatan: Direktur PT Arta Graha Abadi
Organisasi : Ketua Korwil Apersi Tanah Bumbu Kotabaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Irwandi-SSos.jpg)