Success Story
Rony Surya, Berani Pindah dari Zona Nyaman
SEMULA ia merupakan pegawai BUMN bidang perbankan yang telah berkarier selama 25 tahun, sekarang ia serius beralih status sebagai pengusaha.
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semula ia merupakan pegawai BUMN bidang perbankan yang telah berkarier selama 25 tahun, sekarang ia serius beralih status sebagai pengusaha.
Ya, Rony terpikat dengan dunia usaha saat masih kerja di bank plat merah. Namun, kerja sampingan itu ternyata memberi hasil yang lumayan. Makanya, kini ia resign dan fokus menjalankan bisnis.
Apa dan bagaimana perjalanan karier dan bisnisnya? Berikut petikan wawancara BPost dengan Komisaris PT Surya Bangunan Propertindo ini.
Perusahaan Anda bergerak dalam bidang apa?
Bidang pengembang perumahan atau developer. Alhamdulillah hingga sekarang sudah berjalan delapan tahun.
Sebelumnya membangun perumahan di Binuang, Kabupaten Tapin, syukurlah semua unit sudah habis.
Lanjut sekarang membangun perumahan di Gambut, Kabupaten Banjar dengan nama Kompleks Surya Persada Gambut yang terdiri 50 unit rumah.
Sebelum menjadi pengusaha, Anda seorang pegawai bank? Bisa diceritakan?
Sejak 2000, saya bekerja di perbankan. Walau sejatinya saya sarjana kehutanan namun bisa diterima bekerja.
Secara latar belakang akademis memang tidak linier dengan perbankan, bahkan saat proses lamaran saya sampaikan hal tersebut.
Saya juga sampaikan, saya ini sarjana kehutanan jadi sudah jelas lokasi kerja saya bakal jauh dari keramaian dan ternyata diterima dengan penempatan pertama di Buntok, Kalimantan Tengah.
Kapan Anda memutuskan resign? Apa alasannya?
Saya berhenti bekerja di perbankan baru beberapa minggu ini saja. Jadi, sebelumnya sambil kerja sambil bisnis.
Alasan saya resign adalah saya anak tunggal dan saya sudah lama meninggalkan orangtua. Demikian juga kasihan istri dan anak-anak yang masih sekolah akhirnya harus ikut pindah dimana penempatan tugas saya.
Selama di bank, saya pernah ditempatkan di Buntok, Martapura, Banjarmasin, Batulicin dan Sampit. Terakhir jabatan saya manager.
Selain itu, saya ingin lebih fokus menjalankan bisnis toko bangunan dan perumahan.
Bagaimana Anda bisa tertarik berbisnis?
Sebagai orang bank, kami menyalurkan kredit kepada nasabah yang di antaranya adalah kalangan pebisnis.
Saya pikir, saya bisa mengajari mereka cara berbisnis yang baik dan bisa mengembangkan usaha mereka agar lebih maju lagi. Lantas saya pun berpikir kenapa saya tidak jadi pengusaha juga.
Saya mulai belajar bisnis dengan membuka toko bangunan di Landasan Ulin, Banjarbaru. Sekarang sudah 15 tahun operasional toko tersebut.
Sebab, saya kerjanya sering pindah tugas, maka toko itu dikelola paman, kemudian sekarang ditangani ibu karena beliau sudah pensiun sebagai guru, jadi ada kegiatan bagi beliau.
Dari toko bangunan kemudian merambah ke bisnis properti?
Betul. Awalnya bangun satu rumah, dijual dan mendapat untung. Merasa ada untung maka bangun rumah lagi dan terus bertambah hingga berjalan delapan tahun ini.
Saya mendirikan perusahaan berbadan hukum CV kemudian diubah menjadi PT. Sama ketika kerja di bank, saya pun merintis bisnis perumahan secara learning by doing.
Bagaimana Anda melihat potensi bisnis perumahan saat ini dan apa target Anda?
Sangat potensial. Apalagi rumah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) masih menjanjikan, pasarnya luas.
Mengenai target, pastinya menghabiskan sisa tanah yang belum terbangun, semoga terus ada pembelinya.
Saat ini yang ready stok lima unit dan tanah kosong siap bangun ada 20 unit. Setelah habis terjual barulah tahun depan cari lokasi baru.
Apa yang bisa Anda terapkan dari bisnis perbankan ke bisnis perumahan?
Basic di bank adalah pelayanan. Kami terbiasa menghadapi banyak karakter nasabah, juga mengatasi komplain.
Di bisnis perumahan, kita juga menemui banyak calon pembeli dan pembeli yang beragam karakternya.
Bagaimanapun juga, setiap usaha itu harus bisa melayani pembeli dan pengalaman di bank memudahkan saya dalam melayani setiap orang dengan setulus hati. (dea)
sidebar ----------------
Turing melepas rutinitas
DALAM menjalankan aktivitas kerja sehari-hari, tentunya seseorang akan menemui adanya kejenuhan, kebosanan serta lainnya hingga membuat tak bergairah untuk beraktivitas.
Satu di antara hal dalam beraktivitas seperti bekerja tentu akan menemukan namanya konsekuensi.
Menurut Rony selama 15 tahun menggeluti dua bidang yakni kerja kantoran dan berbisnis tentunya ada konsekuensinya.
"Saat sibuk dengan pekerjaan di kantor, bisnis saya hampir tidak terurus apalagi perumahan, namun sekarang lebih enjoy karena saya bisa lebih dekat mengurusi bisnis," ujarnya.
Di sela rutinitas berbisnis, Rony juga masih bisa menyempatkan waktu untuk menekuni dunia hobi yakni otomotif.
"Hobi saya naik motor, turing. Ini sudah berlangsung sejak saya masih kerja perbankan. Satu di antara rutenya dari Banjarmasin ke Loksado kemudian Batulicin," ujarnya.
Dengan turing, bisa melepas segala kepenatan dan membuka cakrawala serta wawasan untuk terus berkembangt menjalankan aktivitas serta bisnis. (dea)
Biodata
Nama: Rony Surya
Lahir: Banjarmasin, 30 April 1976
Usia: 49 tahun
Pekerjaan: Komisaris PT Surya Bangunan Propertindo
Riwayat Pekerjaan:
- Pegawai Bank BUMN (2000-2025)
- Wirausaha toko bangunan (2010-sekarang)
- Pengembang Perumahan (2017-sekarang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rony-Surya-Developer-Perumahan-Kalsel.jpg)