Success Story

Kuatkan Usaha Pelaku Industri Kerajinan Lokal

Melalui Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Sasirangan, dia berupaya agar organisasi ini dapat melindungi dan mengembangkan Sasirangan

Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post
bergaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Produk khas Kalsel berupa kain sasirangan harus dijaga agar statusnya melekat sebagai milik budaya banua, tidak dicaplok pihak lain. Apalagi sasirangan sudah menjadi industri tekstil yang menjadi rezeki urang Banjar.

Melalui Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Sasirangan pria ini berupaya agar organisasi ini dapat melindungi dan mengembangkan kain Sasirangan sebagai produk yang memiliki Indikasi Geografis (IG) dari Kalsel.

Apa dan bagaimana upaya dilakukan berikut petikan wawancara dengan Fahruzzaini SHI, sarjana hukum Islam yang ternyata profesinya banyak bergerak di bidang bisnis ini.

Bisa dijelaskan mengenai organisasi yang Anda pimpin, MPIG Sasirangan? 
    MPIG Sasirangan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas, reputasi, dan kelestarian kain sasirangan. Juga berperan meningkatkan nilai ekonomis dan memberikan manfaat kepada pelaku usaha kecil dan menengah (IKM) yang terlibat dalam produksi kain ini. 
Jadi, MPIG Sasirangan bertugas melindungi hak-hak eksklusif atas penggunaan nama sasirangan dan ciri khas kain sasirangan, sehingga tidak dapat digunakan pihak lain di luar wilayah Kalimantan Selatan. 

Kami juga memastikan, kain Sasirangan  diproduksi sesuai standar mutu dan kualitas yang telah ditetapkan, sehingga dapat menjaga reputasi kain sasirangan sebagai produk berkualitas. 
Kami bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha, untuk meningkatkan nilai ekonomi kain sasirangan, misalnya dengan mengembangkan produk turunan, membuka pasar baru, dan meningkatkan daya saing produk. 

MPIG Sasirangan juga terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya kain sasirangan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Banjar. 

Apa saja yang telah dilakukan MPIG Sasirangan?
    Meriliskan sertifikat paten Sasirangan milik Kalsel yang sudah gol Juni 2024, ini juga hasil kolaborasi dengan Pemprov Kalsel dan Badan Riset Daerah (Brida) Kalsel.
Target bersama adalah peng-coding-an sasirangan untuk mempertahankan kualitas. Selain itu memudahkan tracking atas suatu produk, ini karya siapa, kapan dibuat dan bahannya apa serta informasi lainnya.

Sasirangan juga harus diperkuat akarnya. Maksudnya, sebelum go international, masyarakat kita terutama generasi muda harus memahami budaya leluhurnya. Alhamdulillah ini sudah terasa 
perkembangannya.

Perajin dan pengusaha mesti mengedepankan etika dalam bisnis, kualitas dijaga, jangan mudah luntur, sebab kalau kualitas jelek misalnya lagi bahan kurang bagus akan memengaruhi citra produk.

Selain mengurus organisasi, apakah Anda juga pebisnis?
    Saya pernah terjun sebagai pebisnis. Saya memproduksi sepatu sasirangan bekerjasama dengan pengrajin di Bandung. 
Sekarang, bisnis itu saya setop dulu karena terkendala pengiriman. Dan saat ini saya lebih banyak sebagai pemerhati usaha, antara lain aktif sebagai pecinta sasirangan dan berkecimpung di asosiasi eksportir handycraft Tanahlaut.

Passion saya lebih pada sebagai konseptor bisnis. Satu di antaranya yang sudah jalan adalah bisnis kuliner atau F&B (food and beverage) yang dijalankan istri saya.

Bagaimana kerja seorang konseptor itu?
    Pekerjaan seorang konseptor melibatkan pemikiran dan pengembangan ide-ide kreatif untuk merancang konsep, strategi, atau kebijakan. 

Merumuskan bussiness plan, branding dan lainnya untuk diimplementasikan oleh pihak lain.
Konseptor terus mencari ide-ide baru dan inovatif untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berbagai bidang dan mencari solusi yang kreatif. 

Konseptor seperti halnya sutradara yang memiliki visi yang kuat atau desainer yang merancang konsep produk. 

Selain sukses, tentunya ada kegagalan saat konsep sudah disampaikan, apa masalahnya?
    Ya, ketika konsepnya sudah bagus, bisa saja tidak jalan. Ini lebih pada faktor sumberdaya manusianya.
Konsepnya jelas, akan menghasilkan margin segini, juga BEP berapa waktu, asa manajemen risiko, kemudian investor siap dengan dana segini. Tapi perjalanannya, dana tidak siap, terpakai hal lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved