Success Story
Guru Bahasa Inggris Jadi Developer
Latar belakang pendidikannya guru Bahasa Inggris. Bahkan punya cita-cita dengan Bahasa Inggris ia bisa berkeliling dunia
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID - Latar belakang pendidikannya guru Bahasa Inggris. Bahkan punya cita-cita dengan Bahasa Inggris ia bisa berkeliling dunia.
Tapi takdir berkata lain. Penghidupannya lebih ke arah wiraswasta hingga menjadi seorang pengusaha pengembang perumahan.
Dia adalah Muhammad Syamsul Arifin yang banyak dikenal di Bumi Lambung Mangkurat sebagai pengusaha perumahan.
Selain memiliki banyak nasabah, Muhammad Arifin juga dikenal santun dan pandai bergaul. Apalagi dengan modal, menguasai tata bahasa, khususnya Bahasa Inggris.
Apa dan bagaimana sosok dan sepenggal kisah perjalanan karirnya, berikut petikan wawancara dengan Direktur PT Mega Surya Amanah ini.
Bisa diceritakan masa-masa Anda kuliah?
Saya kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Saya juga senang berorganisasi, di kampus saya aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan luar kampus ikut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Sambil kuliah, saya juga sambil aktif menjalankan bisnis, ya bibit entrepreneur berkembang sejak di kampus.
Saya memasok sayur ke fast food di sebuah pusat perbelanjaan di Banjarmasin Kalsel. Saya juga sering ikut seminar kewirausahaan.
Anda berkuliah jurusan pendidikan bahasa Inggris apa motivasinya?
Selain motivasi ingin menjadi pengajar, saya juga dulu berpikir, kemampuan Bahasa Inggris akan membawa saya bisa kuliah lanjutan S2 keluar negeri. Apalagi, saya suka traveling hingga keliling dunia.
Pikiran saya, kalau ingin kuliah keluar negeri maka perlu cara-cara gratis yaitu beasiswa. Tapi kemudian, saya berpikir apakah kejar beasiswa atau saya cari duit baru bisa jalan-jalan dengan uang sendiri.
Ada pengalaman kerja yang lain setelah selesai kuliah?
Saya mengajar privat Bahasa Inggris dan sebagian besar murid saya adalah anak orang berada yang di antaranya punya niat ingin sekolah di luar Kalimantan, yakni sekolah internasional.
Saya pernah diminta orangtua murid untuk mendampingi anaknya sekolah di pulau Jawa, saya difasilitasi rumah dan sopir. Juga mengarahkan pergaulan anaknya di lingkungan yang baik dan mendukung pendidikan.
Hal ini bagi saya merupakan sebuah tantangan yang menjadi pengalaman berharga yang tidak akan terulang dua kali.
Setelah satu tahun menjadi guru privat sekaligus pendamping, kemudian saya melamar ke Bank Mandiri dan bertugas di Banua. Dengan akhirnya gagal menekuni profesi sebagai guru Bahasa Inggris.
Bagaimana kemudian Anda menjadi developer?
Di Bank Mandiri, saya bekerja selama lima tahun dan melihat beragam nasabah, di antaranya para developer.
Saya perhatikan dan saya pikir sepertinya saya mampu seperti mereka. Apalagi secara keilmuan saya punya pengalaman usaha.
Tinggal keberanian saja lagi untuk melakukan dan memulai usaha. Saat ada kesempatan, ada sebidang tanah jaminan di Bank Mandiri yang kreditnya macet dan dilelang, maka saya beranikan untuk membeli tanah tersebut.
Saya analisa, tanah itu sangat marketable. Kemudian, saya mencoba pinjam sertifikat orangtua untuk dijadikan agunan dan dananya dibelikan tanah tadi.
Pada 2019 itu, pelan-elan tapi pasti jadilah saya rintis usaha pengembang perumahan dan Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Apa ada kendala dalam usaha ?
Di awal merintis usaha, kemudian terjadi Covid-19. Di masa itu dunia ekonomi drop, padahal saya baru mulai.
Tapi saya yakin, di tengah kesulitan pasti ada kemudahan. Dan memang ada beberapa orang yang bisa muncul dan tumbuh di zaman Covid-19.
Jiwa saya tertempa, mental pun semakin percaya diri. Dan dari banyak orang saya belajar, karena dari diri setiap orang selalu ada kelebihan yang bisa kita pelajari. Cara negosiasi, marketing dan sebagainya.
Ada pesan untuk generasi muda?
Satu di antara modal dalam dunia usaha adalah kemampuan berbahasa asing. Saat ini bukan hanya bahasa Inggris yang perlu dipelajari. Bahasa Cina juga perlu.
Cina adalah satu di antara pemain besar dalam bisnis di dunia. Jadi, perlu kita pelajari agar jejaring bisnis kita luas. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Umrah dan Akhirnya Menikah di Makkah
JODOH tak ada yang tahu, selain Allah Subhannahu Wa Ta’ala. Hal itu dialami Muhammad Syamsul Arifin yang tak menyangka bakal berjodoh dengan gadis dari negara lain.
"Istri saya orang Maroko. Waktu itu ketemu di Bali yang tidak sengaja ketemu di kafe. Karena saya ingin kembali mengasah kemampuan bahasa Inggris, niat saya hanya ingin melancarkan komunikasi," ujarnya.
Dari iseng-iseng kenalan melatih bahasa Inggris, ternyata mereka ada kesamaan dalam pekerjaan.
Gadis Maroko itu ternyata di negaranya bekerja sebagai konsultan arsitek. Klop dengan dunia developer.
“Pertemuan Januari 2024, lantas pada Maret kami nikah yaitu saat Ramadan 2024. Kami janjian ketemu di Mekkah dan sama-sama menjalankan ibadah umrah,” jelas Syamsul Arifin.
Ketika berada di Makkah, gadis Maroko itu membawa ibunya. Sedangkan, Syamsul Arifin mengajak saudara kandungnya turut serta dalam berumrah.
“Dia bawa ibunya, karena bapaknya sudah meninggal. Dan saya bawa saudara saya. Dan Alhamdulillah meski harus bekerja di negara masing-masing, namun kami bergantian mengunjungi. Nanti saya ke Maroko atau istri saya ke Indonesia,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Biodata
Nama: Muhammad Syamsul Arifin
Pekerjaan
Jabatan: Direktur PT. Mega Surya Amanah
Alamat: Kompleks Graha Az-Zahra Handil Bakti
Organisasi: Wakil Ketua DPD Apersi Kalsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Syamsul-Arifin.jpg)