Berita Kotabaru

Krisis Listrik Pulau Sebuku, Kantor Kecamatan Perlukan 10 Liter BBM Perhari untuk Genset

Camat Pulau Sebuku Yudi Ridhani membenarkan lima desa di Kecamatan Pulau Sebuku hingga kini belum teraliri listrik dari perusahaan listrik.

Krisis Listrik Pulau Sebuku, Kantor Kecamatan Perlukan 10 Liter BBM Perhari untuk Genset
istimewa
Kantor Desa Ujung (Tanjung Mangko), Kecamatan Pulau Sebuku. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Camat Pulau Sebuku Yudi Ridhani membenarkan lima desa di Kecamatan Pulau Sebuku hingga kini belum teraliri listrik dari perusahaan listrik.

Desa yang belum teraliri listrik antara lain Desa Kanibungan, Serakaman, Mandin, Belambus dan Desa Sekapung. Padahal mesin tambahan untuk perusahaan listrik di wilayah setempat sudah ada.

Yudi juga membenarkan, selain lima desa belum teraliri listrik. Tiga desa lainnya yakni Desa Rampa, Sungaibali, dan Desa Ujung (Tanjung Mangkok) mengalami krisis listrik.

Baca juga: Kasihan! Balita Usia 2-3 Tahun Ini Terserang Diare, Ternyata Penyebabnya Sepele Banget!

Baca juga: Timnas U-12 Indonesia Taklukkan Inggris 2-0, Awal Fantastis SSB Batu Agung

Hal itu dikarenakan operasional listrik di tiga desa tersebut hanya beroperasi 12 jam (18.00-06.00) Wita. Kecuali hari Jumat dan Minggu serta hari libur nasional listrik menyala sampai siang, itupun sampai pukul 14.00 Wita.

"Tanggung sebenarnya," celetuk Yudi dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Sabtu (23/9/2017).

Diakui Yudi, krisis listrik terjadi di tiga desa tersebut selain membuat aktivitas warga pada siang tidak optimal, terutama pemilik usaha yang bergantung pada daya listrik.

Baca juga: Penyelundupan Burung di Pelabuhan Trisakti Berhasil Digagalkan Berkat Petugas Lakukan Ini

Untuk pelayanan pemerintahan di kantor camat, biaya operasional jadi tinggi karena setiap harus membeli bahan bakar minyak (BBM) premium untuk keperluan mesin genset.

Tidak ada sekolah yang memiliki peralatan yang dioperasikan menggunakan daya listrik.

"Usaha atau bisnis pun jadi lebih mahal karena harus pakai genset. Karena pelaku usaha harus membeli BBM," katanya.

Untuk keperluan pelayanan pemerintahan di kantor kecamatan, BBM diperlukan rata-rata 10 liter perhari dengan harga Rp 8-9 ribu perliter.

Sementara hingga berita diturunkan, pihak PT PLN Kotabaru belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved