Ekonomi dan Bisnis

Industri Dalam Negeri tak Berkembang, Ini Dampak yang Dirasakan Petani dan Pedagang Rotan

Penjualan rotan untuk ekspor sekarang ini hanya diperkenakan produk jadi seperti lampit, mebel, souvenir seperti tas

Industri Dalam Negeri tak Berkembang, Ini Dampak yang Dirasakan Petani dan Pedagang Rotan
istimewa
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel, Birhasani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN — Penjualan rotan untuk ekspor sekarang ini hanya diperkenakan produk jadi seperti lampit, mebel, souvenir seperti tas, dinding penyekat ruangan atau partisi dan lainnya.

Sedangkan rotan mentah dan produk setengah jadi dilarang ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel, Birhasani mengatakan, aturan ini dimaksudkan agar produk rotan dalam negeri diolah dengan nilai tambah yang lebih kreatif, sehingga harga jualnya bisa lebih mahal, baik harga jual di dalam maupun di luar negeri.

“Tapi nyatanya industri dalam negeri tidak berkembang, sehingga tidak bisa menyerap rotan mentah secara maksimal dan dampaknya tentunya pada berkurangnya kesejahteraan petani dan pedagang rotan,” katanya, Senin (22/1).

Baca: Kasus Penembakan Pengawal Prabowo, Polantas Indonesia Sebut Briptu Ridho Dikeroyok, Begini Versinya

Baca: BREAKING NEWS:  Gempa di Banten Guncang Gedung KPK, Karyawan Berlarian ke Luar

Dia juga mengatakan, lahan hutan rotan juga tidak terawat, bahkan sebagiannya dibabat diganti dengan tanaman lain.

Home industry juga serapannya sangat kecil.

Disisi lain minat pasar atau konsumen terhadap berbagai produk rotan juga tidak tidak begitu besar.

Dikarenakan banyaknya berbagai produk alternatif yang daya saingnya tidak kalah dengan produk dari rotan.

Pihaknya berharap, pemerintah pusat mempertimbangkan kembali untuk memperkenankan ekspor rotan mentah, meski dengan pola ekspor terbatas.

Baca: Waspada Penipuan Atas Nama Telkomsel, Jangan Berikan Password dan Kode Verifikasi My Telkomsel Anda!

Yakni yang diperbolehkan hanya jenis dan ukuran rotan tertentu saja yang tidak diperlukan oleh industri dalam negeri.

“Dengan catatan, ekspor boleh setelah kebutuhan industri rotandalam negeri sudah dipenuhi,” tambahnya.

(Banjarmasibpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved