Tahun Baru Imlek

Imlek, penanggalan Cina berdasarkan peredaran bulan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2008).

Tahun Baru Imlek
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

GELIAT perayaan Tahun Baru Imlek 2569 bertepatan 16 Februari 2018, semakin terasa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Warga Tionghoa, sejak Kamis (15/2) hilir-mudik mengunjungi klenteng, puncaknya sembahyang malam pergantian tahun pukul 24: 00 Wita.

Imlek, penanggalan Cina berdasarkan peredaran bulan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2008). Dengan demikian, Tahun Baru Imlek sangat dinanti-nantikan oleh warga Tionghoa.

Tahun Baru Imlek 2018 disebut sebagai Tahun Anjing Tanah, meriah dirayakan warga Tionghoa di daerah ini. Ornamen yang menjadi ciri khas Tahun Baru Cina, menghias di mana-mana seperti lampion (lentera merah), spanduk, petasan dan kesenian barongsai.

Warga Tionghoa merayakan Imlek, meski dalam keluarga itu (mereka) memiliki kepercayaan dan agama yang berbeda-beda. Imlek, menjadi momentum berkumpulnya keluarga Tionghoa yang tersebar di mana-mana.

Bagi warga Tionghoa di negeri ini, sejatinya pergantian tahun Imlek tidak hanya dipahami perayaan yang di situ ada kue keranjang, lampion, pernak-pernik dan ornamen yang mendominasi warna merah atau arak-arakan barongsai.

Imlek 2569 yang disimbolkan Tahun Anjing Tanah, bisa dijadikan bukti kerukunan antarumat beragama di Tanah Air. Sebab, perayaan Imlek yang dilakoni warga Tionghoa, juga lintas agama dan lintas kepercayaan di antara mereka.

Penanggalan Imlek, dalam sejarahnya didasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi (kalender lunar), dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Pun, didasarkan atas peredaran bumi mengelilingi matahari (kalender solar).

Pada zaman dahulu, penetapan tahun baru menjadi pedoman bagi semua orang untuk mempersiapkan segala pekerjaan sehari-hari, terutama para petani yang bercocok tanam di akhir musim dingin dan memasuki musim semi.

Itulah pentingnya penetapan tahun baru, sehingga harus memperhatikan kepentingannya. Terkait Imlek 2569 bershio Anjing Tanah, melambangkan keberuntungan asal giat dan gigih, menurut kepercayaan warga Tionghoa.

Tiap pergantian shio disebut tahun Imlek, tanggal satu bulan pertama atau tahun lunar, dihitung berdasarkan peredaran bulan. Juga, dikombinasikan peredaran matahari dan pergantian dari musim dingin ke musim semi.

Adapun 15 hari berikutnya, perayaan Imlek masuk pada masa Cap Goh Me (lima belas atau malam kelima belas imlek yang terakhir). Pada masa itulah, perayaan yang cukup ramai dilangsungkan, sehingga membaur berbagai komponen di masyarakat.

Menangkap makna dan spirit demikian, perayaan awal tahun penanggalan Cina berdasarkan peredaran bulan dan perayaan malam ke 15 imlek yang terakhir, tidak mustahil seperti simbol Tahun Anjing Tanah, menjadi bukti kerukunan antarumat beragama.

Memang sudah selayaknya, momentum pergantian tahun dijadikan wahana evaluasi berbagai tindakan, tidak hanya warga Tionghoa. Artinya, Imlek tidak sekadar dirayakan, namun benar-benar dimaknai untuk melakukan perubahan dalam pembauran. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved