Opini Publik

Impor Dosen Asing dan Disorientasi Pendidikan Tinggi

Tiap langkah dan kebijakan dalam negeri merupakan kepanjangan tangan dari kepentingan asing.

Editor: Didik Triomarsidi
Cetak BPost
Moh Yamin 

Hancurnya Identitas
Siapakah yang berkepentingan terhadap impor dosen asing? Kita tidak tahu. Namun terlepas apapun jawabannya, di sinilah nasib bangsa dipertaruhkan. Nasib republik ini ketika orang Asing ikut mengurus pun dipastikan akan menghilangkan identitas kebangsaan sebagai bangsa yang berbudaya menurut akar kesejarahannya.

Nasib republik ini tatkala dinakhodai orang-orang asing akan memiliki cara pandang dan berpikir seperti orang asing. Ketika bangsa ini berpikir seperti bukan seperti orang Indonesia, maka ke depan keindonesiaan kita akan luntur.

Bisa dibayangkan ketika anak-anak bangsa sudah kehilangan keindonesiaannya baik dalam sikap, berpikir, maupun bertindaknya, yang terjadi selajutnya hancurlah peradaban bangsa; hancurlah martabat bangsa sebagai bangsa yang berbudaya, remuklah identitas kita sebagai orang-orang Indonesia.

Tolak Dosen Asing
Apapun alasan dan pertimbangannya bahwa dosen asing dipergunakan untuk menaikkan kualitas pendidikan tinggi di republik ini, hal tersebut sesungguhnya menjadi bagian dari mengerdilkan para ilmuwan kita, merendahkan para intelektual kita, dan mempermalukan manusia-manusia Indonesia.

Yang jadi pertanyaan terhadap impor dosen asing, apakah stok orang-orang cerdas dengan kompetensi yang andal dalam mengelola perguruan tinggi, republik ini tidak punya sama sekali. Apakah wacana pemerintah ini bagian dari respons krisis kepercayaan terhadap para ilmuan di republik ini?

Apakah bangsa ini yang sudah besar dan dibesarkan oleh para founding father akan diserahkan kepada para orang Asing yang sebetulnya tidak memahami akar sejarah perjuangan? Apakah kehadiran mereka bukan semakin menghancurkan dan merusak tujuan manusia Indonesia menuju generasi emas (golden age) di 2045?

Inilah sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh Joko Widodomenjelang masa akhir jabatannya di 2019 nanti dan kita juga harus memikirkan untuk mencari jalan agar jangan sampai ada dosen asing yang begitu mudahnya merusak dan menghancurkan identitas kebudayaan dan pendidikan tinggi kita. Semoga.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved