Bom Meledak di Gereja Surabaya

Ketum FSKN Sultan Khairul Saleh Kutuk Teror Bom di Surabaya

Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) mengutuk keras aksi biadab teroris yang menyerang tiga rumah ibadah (gereja) di Surabaya Jawa Timur.

Ketum FSKN Sultan Khairul Saleh Kutuk Teror Bom di Surabaya
banjarmasinpost.co.id/Abdul Ghanie
Ketua Umum Forum Silaturahmi Kesultanan Nusanatara (FSKN) Sultan Khairul Saleh 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) mengutuk keras aksi biadab teroris yang menyerang tiga rumah ibadah (gereja) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Forum yang menghimpun para raja dan sultan di seluruh Tanah Air menyatakan duka yang sedalam-dalamnya bagi para korban aksi terorisme di Surabaya.

Sultan Haji Khairul Saleh, Ketua FSKN, menegaskan, aksi bom bunuh yang menewaskan sejumlah oran di Surabaya, sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

“Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, sangat menghormati dan menjaga hubungan antarumat beragama. Jadi aksi bom bunuh diri seperti di Surabaya jelas bertentangan dengan agama Islam. Kami sangat mengutuk aksi serangan bom yang terjadi pada tiga gereja di Surabaya itu," kata Sultan Banjar, seperti dikutip republika online, usai rapat penyusunan pengurus baru FSKN 2018-2023 di Jakarta, Senin (14/5).

Baca: Serangan Bom di Polrestabes Surabaya, 4 Pelaku Tewas, 1 Anak Perempuan Umur 8 Tahun Selamat

Khairul Saleh yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalimantan Selatan itu menegaskan, agama Islam tak pernah membenarkan aksi bom bunuh. Menurut dia secara tegas Alquran melarang umat manusia melakukan aksi bunuh diri.
Sultan yang juga mantan bupati Banjar dua periode itu mengajak seluruh masyarakat Indonesia merapatkan barisan dan menjaga persatuan dan kesatuan. "Semua pihak harus saling bahu-membahu ikut memantau aksi terorisme di negeri ini yang dapat memecah belah kesatuan bangsa," tegas dia.

Khairul Saleh menilai, aksi bom bunuh diri di Surabaya sangat menodai hubungan umat antarberagama. Pihaknya mengimbau semua pihak agar tak terpancing pihak-pihak yang dapat merusak keharmonisan bangsa.

Dia mengajak umat Islam untuk selalu meneladani Nabi Muhammad SAW yang sangat menghormati hubungan antarumat beragama.

Baca: Bom di Polrestabes Surabaya, Densus 88 Tembak Mati Satu Terduga Teroris di Puri Maharani Sidoarjo

"Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk di salah satu sudut Kota Madinah. Bersamaan dengan itu, datang sekelompok kaum Yahudi yang tengah membawa seorang jenazah. Bersamaan itu pula, Rasulullah SAW langsung berdiri, sebagai tanda memberikan sebuah penghormatan," ungkapnya.

Sejak zaman Rasulullah SAW, sebut dia, umat Islam sudah diajarkan untuk saling hormat-menghormati, bukan saling sakit menyakiti.

Bahkan, Khairul Saleh berujar, sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib juga menyeru umat manusia untuk selalu bersaudara.

"Kalau kamu tidak bersaudara dalam agama, bersaudaralah kamu dalam kemanusiaan," ujarnya mengutip pernyataan Sayyidina Ali.

Itu sebabnya, Khairul Saleh mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merekatkan persatuan dan kesatuan dalam menghadapi aksi terorisme. “Mari kita perangi aksi teroris dengan merapatkan barisan dan memperkuat persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (rol)

Penulis: Hary Prihanto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved