Perawat Muda Gunakan Hipnotis

Hipnotis, Ternyata Dilakukan Terkait Tentang Hiburan dan Penyembuhan

Masih dimasa ketika Forcy begitu serius terhadap dunia hipnotis. Ia mengatakan pernah iseng terhadap seseorang yang ia hipnotis

Hipnotis, Ternyata Dilakukan Terkait Tentang Hiburan dan Penyembuhan
Isti Rohayanti
Anugrah Forcy Syabana 

BANJARMASINPOST.CO,ID, BANJARMASIN- Bukan selalu tentang penyembuhan, atau hal negative. Bagi perawat yang berkecimpung di dunia hipnoterapi, Anugrah Forcy Syabana, hipnotis merupakan hiburan. Melalui hipnotis, lelaki berusia 25 tahun ini kerab iseng membuat oranglain tertawa. Tentunya melalui korban hipnotisnya.

Masih dimasa ketika Forcy begitu serius terhadap dunia hipnotis. Ia mengatakan pernah iseng terhadap seseorang yang ia hipnotis. Keisengan yang bagaimana?,Tentunya hal yang ia anggap menarik dan membuat oranglain merasa aneh.

Baca: Syarat dan Cara Pencoblosan Pilkada Serentak 2018, Pastikan Anda Terdaftar sebagai Pemilih

“Dulu pernah iseng menghipnotis seorang perempuan di salah satu cafe. Aku membuat dia merasa sebagai sosok Momo Geisha. Dalam alam bawah sadarnya ku berikan sugesti kalau dia melihat seseorang yang aku sebut Ariel, maka ia akan mengejar, dan itu kejadian,” cerita Forcy.

Baca: Segini Jumlah DPT dan Surat Suara Pilkada di Empat Kabupaten di Kalsel

“Beberapa orang juga pernah aku hipnotis dan aku buat mereka sadar. Semisal ku berikan mereka sugesti tangan menempel di lantai, atau selalu meangkat tangannya. Reaksi mereka berbagai macam. Ada yang merasa aneh, bingung dan tertawa sendiri,” tambah alumnus UM Banjarmasin itu.

Baca: Horor! Ada TPS Aneh di Semarang, Pocong dan Keranda Jadi Hiasannya, Ada-ada Saja

Adegan hipnotis yang dilakukan oleh Forcy, ia memberikan sugesti kepada pasien melalui suara jemari dan omongannya.
Adegan hipnotis yang dilakukan oleh Forcy, ia memberikan sugesti kepada pasien melalui suara jemari dan omongannya. (Isti Rohayanti)

Penolakan oleh orang yang dihipnotis. Tentu saja hal itu pernah Forcy alami.

Menurut penuturannya, ketika seseorang itu menolak, apalagi dalam posisi telah terpengaruh, maka ia akan merasa pusing. Namun tidak menutup kemungkinan pula malah akan tertidur pulas.

Hipnotis, selagi tidak disalahgunakan, menurut Forcy hal ini akan berdampak positif, karena berefek pada hiburan dan juga penyembuhan. Namun sebaliknya, apabila disalahgunakan, maka berdampak negative. Bahkan adanya keraguan bagi seorang hipnoterapi dalam mempengaruhi pikiran pasiennya pun menurut Forcy juga akan berdampak tidak baik.

Terlepas dari itu, sebagai perawat yang menyukai dunia pola fikir, Forcy mengatakan kalau sejak dulu dirinya memang menyukai hal yang berhubungan tentang kejiwaan. Sebagaimana rumah sakit jiwa. Termasuk IGD.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved