Berita Banjarmasin

Menpora Ancam Hapus Binaraga dari PON Jika Terulang Ada Atlet Menggunakan Doping

Yudha menerangkan hal ini wajib bagi setiap atlet binaraga mengingat untuk menghindari kasus serupa yang pernah terjadi saat PON di Jawa Barat lalu.

Menpora Ancam Hapus Binaraga dari PON Jika Terulang Ada Atlet Menggunakan Doping
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Peserta Kejuaraan Binaraga Open Hotel Palm Award 2018, Jumat (15/12/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Sebelum berlaga di ajang Pra PON 2019 menuju PON 2020 nanti, atlet binaraga Banua akan melakukan tes doping.

Tidak tanggung-tanggung tes ini akan dilakukan Disiplin Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

"Rencananya tiga bulan sebelum pelaksanaan pra kualifikasi PON atlet harus tes doping dulu," kata Sekretaris PABBSI Kalsel, Yudha Pribadi.

Yudha menerangkan hal ini wajib bagi setiap atlet binaraga mengingat untuk menghindari kasus serupa yang pernah terjadi saat PON di Jawa Barat lalu.

Makanya mengantisipasi hal itu PB PABBSI pun sepakat untuk melakukan tes doping bagi atlet yang tanggung jawabnya dibebankan kepada PABBSI Kalsel.

Baca: Arung Jeram Terancam Dicoret dari PON 2022 Papua, Atlet Kalsel Tetap Giat Latihan

Baca: Jacksen F Tiago Ungkap Ciri Pemain Asing yang Bakal Merapat di Barito Putera di Liga 1 2019

Baca: Rekap Malaysia Masters 2019 Tontowi/Debby Kandas Yulfira/Jauza Vs Greysia/Apriyani di Perempat Final

"Atlet kita sih siap saja soalnya sejak mengikuti pertandingan tidak pernah ingin menggunakan doping," ujar Yudha.

Makanya dia berharap KONI Kalsel bisa membantu hal tersebut sehingga pelaksanaan Pra PON dan PON Papua nanti bisa berjalan adil tanpa ada doping.

Apalagi ujar Yudha sangsi yang bakal diberikan Menpora cukup berat yakni bakal menghapus cabor binaraga dari gelaran PON jika kembali ditemukan ada atlet yang ketahuan positif doping.

"PON di Jabar ini bahkan nyaris tanpa ada cabor binaraga untungnya masih bisa asal persoalan doping tidak terjadi lagi. Kalau ada binaraga bakal tidak dapat lagi di PON," kata pelatih binaraga Kalsel ini.

Saat ini Kalsel telah menggodok dua atlet andalannya yakni Iswahyudi dan Spesifikasi untuk persiapan kualifikasi PON.

Seperti diketahui saat penyelenggaraan PON XIX Jawa Barat ditemukan delapan atlet peraih medali PON positif doping sekarang ke delapan atlet dihukum 4-5 tahun tidak boleh ikut bertanding.

"Mereka berasal dari Jabar, Jateng, Jogja dan Bangka Belitung bahkan medalinya pun dicabut," kata Yudha Pribadi.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved