Kriminalitas Banjar

Pembunuh Perempuan dalam Mobil Swift Biru Terancam Hukuman Maksimal, ini Hal yang Memberatkan

Risiko hukuman maksimal menyelubungi tersangka pembunuh perempuan di mobil Swift biru, Herman alias Ebon (25).

Pembunuh Perempuan dalam Mobil Swift Biru Terancam Hukuman Maksimal, ini Hal yang Memberatkan
banjarmasinpost.co.id/roy
Tim JPU Kejari Babjar memeriksa berkas perkara dan barang bukti terdakwa Herman alias Ebon, pada proses pelimpahan perkara (tahap II), Selasa (22/01/2019) siang. 

"Cincinnya ketemu, dikembalikan, sedangkan handphone milik korban yang tidak ketamu," ucapnya.

Perkara tersebut ditangani penyidik Polsek Gambut.

Selasa (22/01/2019) siang penyidik melimpahkannya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banjar.

Selanjutnya, JPU yang diketuai Ariady akan melengkapi berkas perkara tersebut untuk kemudian diteruskan ke pengadilan guna disidangkan.

"Kami punya waktu selama 20 hari untuk menahan terdakwa. Tapi, akan kami upayakan sekitar sepuluh hari ke depan sudah bisa melimpahkan ke pengadilan," ucap Ariady.

Hingga pelimpahan perkara, Selasa (22/01/2019), Ebon telah menjalani penahanan oleh penyidik Polsek Gambut selama 59 hari.

Seperti telah diwartakan BPost Online, beberapa waktu lalu, Herman alias Ebon ditangkap petugas gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Polda, Tekap Polres Banjar di kediamannya di Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama RT 7, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar Sabtu (24/11/2018) malam.

Ia membunuh seorang perempuan bernama Levie Prisilia (35). Jasad Levie ditemukan warga terbujur kaku bersimbah darah di mobil Swift Bitu nopol DA 1879 TN di tepi Jalan A Yani Km 11,8, Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/11/2018) pagi.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved