Berita Kabupaten Banjar

Pada Momen-momen ini Pedagang Kambang Barenteng Martapura Panen Rupiah

Dalam budaya masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), setidaknya ada dua jenis kembang rangkaian yang mashur yaitu Kambang Barenteng

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Pedagang Kambang Barenteng di Martapura sabar menanti pembeli. Pada momen tertentu mereka membikinnya berlipat ganda. 

Jumat biasanya lebih laku dibanding hari biasa.

Penjualan tiap hari biasanya mencapai 20-30 kupak (satu rangkaian Kambang Barenteng) serta 3-5 buah Kambang Sarai .

Ia menuturkan Kambang Barenteng bertali rafia umumnya banyak digunakan warga saat berziarah ke Sekumpul.

Lalu, yang menggunakan gadang pisang biasanya dibawa saat berzairah ke Datu Pelampaian

Kelebihan Kambang barenteng lebih tahan lama dibanding bunga curah atau yang tidak dirangkai (dibungkus plastik).

Bisa bertahan hingga tiga hari.

Kembang sisa atau yang tak terjual biasanya akan dijual lagi pada keesokan harinya, namun harganya lebih murah.

"Ketimbang layu dan membusuk, tentu lebih rugi. Jadi, tak mengapa dijual murah," sebutnya.

Selain Jumat, sebut Acil Ati, Kambang Barenteng juga laris manis saat momen hari-hari besar Islam.

Juga pada tahun baru China (Imlek).

Biasanya pada momen ini perajin kembang membikin rangkaian bunga hingga empat kali lipat.

Bagaimana dengan tahun baru? "Kalau momen awal tahun begini malah menurun pendapatan kami,” tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved