Berita Banjabaru
Musrenbang Provinsi Kalsel, Gubernur Sahbirin : Pembangunan Harus Sinergis dan Pro-Rakyat
Berbagai program yang masuk dalam Musrenbang 2020. Dimana salah satunya yakni persoalan Banjarbakula dan Program Rel Kereta Api di Kalsel.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah program prioritas masuk dalam Musrenbang 2020 Provinsi kalsel. Salah satunya yakni persoalan Banjarbakula dan Program Rel Kereta Api di Kalsel.
Selain itu ada pula program penunjang perekonomian.
Tapi selain fisik banyak juga dibedah dimana arahnya untuk peningkatan SDM yang berkualitas.
Ya, Bapedda se Kalsel kemarin merumuskannya dalam penyusunan rencana pembangunan untuk tahun 2020.
Melalui musyawarah rencana pembangunan daerah (musrenbang) Kalsel di Aula Idham Chalid sejak Selasa (9/4), dirumuskan arah pembangunan ke depan.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengharapkan ada peningkatkan program kerja ke depan, terutama program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bukan hanya itu, gubernur juga berpesan untuk lebih meningkatkan sinergitas semua pihak.
Baca: Wakil Bupati Abdi Rahman Ancam Bakal Ada Pergeseran Tugas Tenaga Kesehatan di Tanahlaut
Baca: Meratus di Batang Alai TimurTerancam Ditambang, Aman Ancam Berlakukan Hukum Adat
"Apa yang kita kerjakan bisa luar biasa bila bersinergi, kerja bersama akan menuai hasil yang lebih banyak," pesannya.
Dikatakan Sahbirin Noor Pembangunan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, harus direncanakan dengan baik, terukur dan tepat sasaran.
“Bahkan harus pro rakyat. Ini sudah menjadi standar wajib ketika pemda menyusun program pembangunan daerah,” tegas Gubernur H Sahbirin Noor.
Menurut gubernur, infrastruktur dan peningkatkan SDM masih menjadi fokus pembangunan 2020. Dua hal tersebut dikatakannya sangat dibutuhkan saat ini.
"Sedangkan terkait pariwisata kemarin saya sudaj ngobrol sama presiden, kata beliau nanti dibicarakan lebih lanjut setelah pilpres," kata dia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira menyebut fokus pembangunan ke depan adalah meningkatkan daya saing melalui sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Baca: NEWSVIDEO : KPU Banjarmasin Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019
Baca: Dilengkapi Layanan Fisioterafi, Puskesmas Ini Bantu Para Lansia Atasi Penyakit Tulang
Menurut Fajar di tengah tekanan ekonomi global capaian pembangunan 2018 perekonomian tumbuh di atas 5 persen. Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen disebut Fajar cukup menggembirakan, sebab sektor tambang dan perkebunan mengalami penurunan.
"Belajar dari kondisi itu kita harus memperbaiki seluruh potensi yang ada, salah satunya melalui SDM yang berdaya saing. Tanpa SDM yang berkualitas maka apa yang sudah tumbuh sesuai harapan akan terganggu," kata Fajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gubernur-kalsel-h-sahbirin-noor_0.jpg)