Berita Kabupaten Banjar

Hadapi Lomba Literasi Difabel Nasional 2019, Ikhsan-Dayanti Giat Lakukan Hal Ini

Hampir tiap hari seusai jam pelajaran, keduanya aktif latihan di bawah bimbingan Aan Setiawan (guru SLB-A Negeri 3 Martapura).

Hadapi Lomba Literasi Difabel Nasional 2019, Ikhsan-Dayanti Giat Lakukan Hal Ini
Aan Setiawan untuk banjarmasinpost.co.id
PEDE - Ikhsan dan Dayanti tampil percaya diri di panggung Mingguraya, Banjarbaru, Sabtu malam kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dua tunanetra pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) A Negeri 3 Martapura, Kabupaten Banjar, Ikhsanul Sodikin dan Dayanti, bakal mewakili Kalimantan Selatan (Kalsel) pada ajang lomba literasi tingkat nasional di Jakarta Juli 2019 mendatang.

Pada ajang bergengsi khusus bagi anak berkebutuhan khusus (difabel) tersebut, Kalsel mengirim enam orang. Dua di antaranya adalah Ikhsanul (murid kelas XI) dan Dayanti (kelas V).

Ikhsanul dan Dayanti pun giat berlatih mengasah kemampuannya. Keduanya akan tampil membacakan puisi. Hampir tiap hari seusai jam pelajaran, keduanya aktif latihan di bawah bimbingan Aan Setiawan (guru SLB-A Negeri 3 Martapura).

Tak cuma itu, Ikhsan dan Dayanti juga mulai aktif tampil di panggung Mingguraya di kawasan Lapangan Murdjani, Banjarbaru. Di tempat ini tiap Sabtu malam ada ajang seni sastra bertitel Poetry in Action yang dihelat Akademi Bangku Panjang.

Baca: BPBD Tanahlaut Masih Kekurangan Personel Lapangan Padamkan Karhutla, 2019 Kemarau Lebih Panjang

"Sabtu malam kemarin Ikhsan dan Dayanti tampil di panggung Mingguraya, Banjarbaru. Itu menjadi bagian upaya mereka mengasah kemampuannya berpuisi," ucap Aan, Senin (29/04/2019).

Guru honorer muda yang aktif berkecimpung di dunia sastra puisi ini mengatakan dirinya terus menyemangati Ikhsan dan Dayanti. Itu sebabnya ia tak pernah lelah membawa keduanya ke panggung Mingguraya.

"Ajang itu bagus untuk menempa olah vokal dan mental Ikhsan dan Dayanti agar makin pede dan ekspresif saat tampil," tandas Aan.

Ia menuturkan pada ajang lomba nasional di Jakarta Juli mendatang, Ikhsan mengikuti lomba Cipta Baca puisi tingkat SMA, sedangkan Dayanti lomba Baca Puisi tingkat SD.

Saat tampil di panggung Mingguraya, Sabtu malam kemarin, beber Aan, Dayanti membacakan puisi karya Agustina Thamrin berjudul Menebang Pohon. Lalu, Ikhsan membacakan puisi karya Bambang Sucipto berjudul Tandus.

Baca: Penyelenggara Ad Hoc Pemilu 2019 di Kalsel Juga Berpeluang Terima Santunan Kecelakaan Kerja

Ia senang karena penampilan kedua muridnya itu makin membaik. Ekspresi dan intonasi suara mereka pun kian mantap sesuai makna tiap kata yang diucapkan.

Ikhsan dan Dayanti pun mengaku senang bisa berlatih di panggung Mingguraya. "Kegiatan membaca puisi di luar sekolah tentu menambah kepercayaan diri, karena saya berlatih mengendalikan diri di atas panggung dan dilihat oleh banyak orang," ucap Ikhsan.

Ia mengaku tidak merasa gugup lagi saat tampil di hadapan banyak orang. Sementara Dayanti mengaku kadang masih gugup.

"Maklum saya kan baru pertama kali tampil membaca puisi di panggung itu. Jadi ya sedikit gugup. Ada teks braille kemarin itu dan sedikit lupa," aku Dayanti.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved