Melihat Terapi Pengobatan Alquran

Mual Dirasa oleh Perempuan Berangsur Nyaman dan Tenang Setelah Ikuti Terapi Pengobatan Qurani

Mulai merasa mual dan adanya rasa ketidaknyamanan pada organ pencernaan, begitulah yang dialami oleh Titi, warga Handil Bakti, Barito Kuala

Mual Dirasa oleh Perempuan Berangsur Nyaman dan Tenang Setelah Ikuti Terapi Pengobatan Qurani
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Beberapa peserta terapi penhibatan qurani secara masal nampak menunduk dan muntah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mulai merasa mual dan adanya rasa ketidaknyamanan pada organ pencernaan, begitulah yang dialami oleh Titi, warga Handil Bakti, Barito Kuala, Kalsel yang mengikuti terapi alquran beberapa waktu lalu.

Dipimpin oleh seorang ustadz yang dikenal dengan kemampuannya dalam terapi kesehatan secara Qurani, yakni Ustadz M Nadhif Khalyani, ia merasa nyaman dan tenang pascamual menyerang badannya.

“Memang ada perasaan mual dan tidak enak di organ pencernaan saya. Tapi setelah mengikuti terapi, saya merasakan tenang,” ucap perempuan tersebut.

Titi bukanlah satu-satunya orang yang mengikuti terapi penyembuhan qurani. Namun sebutnya metode tersebut cukup membuat perasaan nyaman.

Baca: Kejadian Aneh yang Bikin Reino Barack Pilih Syahrini, Lalu Mantap Lupakan Kisah Bersama Luna Maya

Baca: Gagal atau Tidaknya Pengobatan Qurani Tergantung dari Pikiran Pasien, Memaafkan Ternyata Manjur

Baca: Begini Cara Pengobatan Secara Islami, Ajak Pasien Ikuti Nilai-nilai Alquran untuk Penyembuhan

Dalam terapi itu seolah pemberian sugesti baru dan sejumlah arahan yang dilakukan oleh sang ustadz. Secara pribadi, dihadapan para orang yang mengikuti terapi penyembuhan qurani, ia mencoba melakukan siraman qalbu.

Hal itulah yang dirasakan oleh Titi. Titi seolah terpengaruh akan setiap kalimat positif yang diucapkan sang ustadz, terutama pada moment mengikhlaskan masalalu.

“Ustadz Nadhif menyarankan kami untuk mengikhlaskan masalalu. Mengikhlaskan segala kesalahan. Namanya ikhlas, memang belum tentu semua orang bisa. Tapi saya berusaha. Saya pun merasa tenang. Meski pasti ada sedikit perasaan yang mengganjal,” cerita Titi.

Mengikuti terapi tersebut hanya bersama teman-temannya, Titi menyesal. Ya, satu hal yang ia sesalkan ialah tidak berangkat ke acara terapi penyembuhan qurani dengan suami dan keluarganya. Lantas, ia pun berniat untuk mengikuti metode penyembuhan qurani itu lagi.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved