Opini Publik
Indonesia Butuh Pengadaan Terapi Sel Punca
Karena kemampuannya dalam memperbaharui dan meregenerasi jaringan maupun organ yang rusak, terapi ini dianggap sebagai terapi masa depan.
Baik staf laboratorium maupun dokter (klinisi) harus sudah tervalidasi untuk melakukan seluruh prosedur. Bagi staf laboratorium, kompetensi dapat berupa kemampuan teknik aseptik, pengolahan perbanyakan sel, dan perosedural pengawasan mutu.
Sedang bagi klinisi, mengingat terapi sel punca ini dapat diaplikasikan untuk pengobatan seluruh tubuh, perlu kriteria dokter apa saja yang diperbolehkan melakukan terapi disertai list kompetensi khusus yang perlu dimiliki untuk dapat melakukan terapi sel punca kepada pasiennya. Sertifikasi personil yang dimiliki tentunya menjadi landasan kualifikasi personil dalam memberikan pelayanan terapi yang sesuai dengan standar keamanan dan kualitas yang berlaku.
Kita semua berharap, terapi berbasis sel punca segera dapat dirasakan kebermanfaatannya secara luas oleh masyarakat kita di Indonesia. Jangan lagi Indonesia hanya menjadi pasar bagi penjualan produk obat untuk terapi berbasis sel punca dari luar negeri. Indonesia bisa, tinggal kita lengkapi kembali hal-hal yang perlu kita miliki. Semoga segera. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-organ-tubuh-manusia_20151210_180656.jpg)