Berita Kabupaten Banjar

Rahmadi, Terdakwa Kasus Pemenggal Kepala di Lok Baintan Dituntut 20 Tahun Penjara di PN Martapura

Sidang di Pengadilan Negeri Martapura, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan untuk pelaku pemenggal kepala, terdakwa Rahmadi, Kamis (23/5).

Rahmadi, Terdakwa Kasus Pemenggal Kepala di Lok Baintan Dituntut 20 Tahun Penjara di PN Martapura
capture/banjarmasin post news video
Sidang kasus pemenggal kepala di PN Martapura 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Sidang di Pengadilan Negeri Martapura, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan untuk pelaku pemenggal kepala, terdakwa Rahmadi, Kamis (23/5). JPU yang terdiri dari M Syaiful dan Arie Zaky itu, menuntut hukuman 20 tahun penjara, pasal 340 KUHP.

Sidang dipimpin Ketua PN Martapura, Sutiyono dan dua anggota majelis hakim, Agustinus Sangkakala dan Gatot Nugroho. Sidang dilanjutkan pada Rabu (29/5) dengan agenda pembelaan dari penasehat hukum terdakwa.

Kepala Bidang Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Apriady mengatakan, pihaknya menuntut terdakwa dengan pasal 340 KUHP ancaman hukuman 20 tahun karena berdasarkan fakta-fakta yang ada, serta berkonsultasi dengan Pimpinan dan Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Disebutkannya yang menjadi pertimbangan adalah, terdakwa merasa sakit hati sering dibully oleh korban bernama M Safrudin (19), serta hanya satu orang saksi yang mengetahui bahwa terdakwa membawa parang dengan alasan untuk menjaga diri. Terdakwa tidak ada niat untuk membunuh korbannya.

Baca: Karyawan PDAM Kotabaru Terima Jaminan Santunan Kematian Rp 100 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

"Terdakwa mengajak korban untuk mencari pekerjaan, tidak ada niatan untuk membunuh korbannya. Kemudian, sepanjang perjalanan, terdakwa ini bertanya kepada korban kenapa setiap hari selalu membully dirinya namun tidak dijawab oleh korban," katanya, Kamis (23/5).

Lanjut Apriady, karena pertanyaannya tidak dijawab oleh korban, maka barulah muncul niat terdakwa membunuh korban. Adapun alasan membawa parang untuk jaga diri, karena dari segi fisik jika berkelahi maka bisa dimenangkan oleh korban, selanjutnya pada ikat pinggang korban ada senjata tajam yang merupakan ikat pinggang dimodifikasi pisau.

Terdakwa menebas leher korban, karena jika menghujamkan parang yang dibawanya ke anggota tubuh lainnya, si terdakwa khawatir korban pasti melakukan perlawanan dan dirinya pasti kalah. Ditegaskan Apriady, terdakwa tidak ada niat awal untuk membunuh, membawa parang awalnya sekedar untuk menjaga diri.

"Sudah kami sampaikan kepada Kejati beserta argumen-argumennya dan pertimbangan-pertimbangan, akhirnya sependapat dituntut 20 tahun. Memang pembunuhan yang dilakukan terdakwa secara sadis, tetapi kami berdasarkan fakta-fakta itulah," jelasnya.

Aksi yang dilakukan oleh Rahmadi itu sempat membuat geger, diawali dengan temuan badan tanpa kepala di daerah Sungaitabuk Kabupaten Banjar, Selasa (20/11/2018). Resmob Polda Kalsel, Tekap Resmob Polres Banjar serta Buser Polres Tala menangkap pelaku bernama Rahmadi (19).

Baca: Ingin Berdialog Dan Curhat Dengan Allah, Ustadz H Ahmad Mulqin : Syaratnya Jangan Jauh dari Al Quran

Pria yang akrab disapa Madi itu ditangkap dirumah kontrakkannya di Gang 55 Desa Bentok Kecamatan Bati-bati Kabuaten Tanah Laut, Kamis (22/11) sekitar pukul 00:50 Wita lalu. Petugas pun menggelendangnya ke Polres Banjar bersama barang bukti motor korban jenis Yamaha Jupiter MX warna biru milik korban, dan Yamaha Vixion milik pelaku serta baju pelaku yang diduga ada bercak darah.

Terdakwa yang akrab disapa Madi itu membuang kepala korban ke bawah Jembatan Barito usai menghabisi korban. Maka dipimpin langsung Direktur Kriminal Kombes Sofyan Hidayat pelaku dibawa ke jembatan Barito untuk menunjukan tempat ia membuang kepala korban. Kamis pada 22 November 2018 dinihari lalu.

Namun karena air sedang pasang dan cuaca gelap pencarian pun ditunda dan dilanjutkan pada Kamis (22/11) pagi dan sekitar pukul 10.00 Wita kepala korban ditemukan terbungkus tas korban. Tak hanya itu pada pencarian dipimpin Wadir Krimum AKBP Himawan Sugeha ini petugas juga menemukan senjata jenis parang yang diduga menghabiski korban yang dibuang bersama kepala korban. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved